Jember //TintaPos.Com// – Tahun ini, jumlah penerimanya meningkat signifikan. Kenaikannya bahkan mencapai sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 283 penerima nonmuslim yang masuk dalam data. Angka tersebut masih berpotensi bertambah.
“Jumlahnya sudah naik, kurang lebih 40 persen dari tahun kemarin. Ini baru yang masuk, masih ada desa yang belum kirim. Mayoritas berasal dari Kristen Protestan dan Katolik, meski agama lain juga ada,” jelasnya
Program insentif guru ngaji di Jember tak hanya menyasar kaum muslimin saja. Tetapi juga menyasar pengajar pendidikan keagamaan nonmuslim.
Ia menambahkan, peningkatan ini tidak lepas dari koordinasi aktif dengan Kementerian Agama (Kemenag) Jember.Sebab ada 20 desa yang masih belum menyerahkan laporan.Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi penerima yang terlewat.
Data pembina agama dihimpun dan dititipkan kepada pemerintah desa untuk diusulkan dalam Musyawarah Desa (Musdes).Mereka wajib memiliki minimal 10 peserta didik dan melengkapi administrasi sesuai petunjuk teknis.
“Kami koordinasi dengan Kemenag. Data itu kami sampaikan ke desa supaya bisa diakomodir dalam Musdes,” terang Hafid.
Semua data akan diverifikasi ulang oleh pendamping desa sebelum ditetapkan.
“Syaratnya sama, tidak ada perbedaan. Yang penting memenuhi juknis dan mau melengkapi administrasi,” tegasnya.
Kebijakan ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerataan. Pemerintah ingin memastikan penghargaan diberikan kepada seluruh pengajar pendidikan keagamaan tanpa diskriminasi.
“Kami ingin yang benar-benar mengajar dan belum pernah mendapat insentif lain bisa terakomodasi,” pungkasnya. Persyaratan bagi penerima non-muslim pun tetap sama seperti guru ngaji lainnya.(redjatim)






















