JAKARTA //TintaPos.Com// – Untuk memperkuat misi kemanusiaan di bulan suci Ramadhan 1447 H, Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) kembali mengirimkan tim kesehatan ke Aceh. Empat relawan, yakni Arifin, Sutisna, Rajiun, dan Anwar Halim, diberangkatkan pada Jumat malam (20/2/2026) pukul 21.00 WIB dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan Kapal KM Kelud menuju Pelabuhan Belawan.
Kapal dijadwalkan tiba di Belawan pada Senin siang sebelum tim melanjutkan perjalanan darat menuju Posko Utama di Aceh. Keempat personel tersebut merupakan tim kesehatan (terapis) yang akan memperkuat 12 relawan UAR yang lebih dahulu diberangkatkan melalui jalur darat dan telah tiba di lokasi penugasan. Sebelumnya mereka transit di Markas Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Sekjen UAR, Muqarrobin Al Ayubi, menjelaskan bahwa pengiriman relawan bulan Ramadhan ini merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan sebelumnya yang berlangsung sejak 30 November 2025 – 31 Januari 2026 di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Sebelum bertolak ke Aceh, keempat relawan yang berasal dari Markas 1 Cileungsi dan Jakarta Barat berbuka puasa bersama (futur jama’i) di Masjid Hizbullah Rawa Badak bersama para ikhwan lain dan dilepas oleh jajaran pengurus pusat UAR di Pelabuhan Tanjung Periok.
“Bismillah, laksanakan amal sholih lanjutan ini dengan baik. Amir perjalanan Pak Arifin. Setelah turun kapal, ikuti arahan Ir. Edi Wahyudi sebagai amir program Ramadhan 1447 Hijriah,” ujar Ayub dalam pengarahan sebelum keberangkatan.
Jajaran pengurus UAR pusat dan Korwil Jakarta Utara yang turut mengantar dari Masjid Hizbullah juga turut menyalami para relawan yang akan naik kapal sambil mengucapkan doa “fie amanillah”, semoga selalu dalam penjagaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Fokus utama tugas tim relawan saat ini adalah penyediaan hidangan berbuka puasa (futur) dan sahur selama Ramadhan bagi masyarakat terdampak yang masih dalam masa pemulihan. Selain itu, tim di bawah pimpinan Ir. Edi Wahyudi juga akan melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah titik, Aceh dan Sumatera Utara.
Pada tahap awal, UAR bersama sejumlah mitra di antaranya Yayasan Astri Bakti Insani (ABI), Yayasan Matain dan pendengar Radio Rasil, telah berhasil membangun delapan unit huntara untuk warga terdampak. Program Ramadhan tahun ini dilaksanakan bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) guna memperluas jangkauan bantuan.
Kehadiran kembali relawan UAR di bulan suci ini menjadi jawaban atas harapan masyarakat Aceh yang sebelumnya merasa berat saat tim menutup misi tahap pertama dalam Tabligh Akbar di Masjid Darul Mukhlisin Desa Tanjung Karang, Kec. Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang awal Februari lalu.
Dengan semangat Ramadhan dan komitmen kemanusiaan, UAR bertekad terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan optimal dan kehidupan warga kembali bangkit secara bertahap. [AM]






















