Banyuwangi.//Tintapos.com//-Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadikan SMP Negeri 3 Banyuwangi sebagai role model bagi sekolah lain dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
SMPN 3 Banyuwangi dinilai mampu mengolah sampah secara terstruktur dan berkelanjutan serta memiliki bank sampah yang dikelola langsung oleh siswanya.
Ini bisa menjadi role model, dan sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu.8/4/2026
Dibanyuwangi
Dia mengapresiasi siswa dan pendidik di sekolah menengah pertama itu mengumpulkan sampah-sampah daun kering dan ranting setiap harinya dan diolah menjadi kompos setengah matang hingga kompos siap panen dan dikemas menjadi pupuk organik kualitas premium.
Oleh karena itu, Bupati Ipuk berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Tentu ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat, ke depan tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Ipuk.
Siswa kelas 8 SMPN 3 Banyuwangi M Fadil menyampaikan bahwa selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah mereka.
Seperti sisa makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG), katanya, juga dikelola oleh siswa sebagai pakan maggot, dan hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah.
“Sejak kelas 7 kami sudah ikut mengelola sampah, di rumah juga suka menanam, ya senang bisa praktik langsung di sekolah. Kalau pupuk organik juga sudah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan,” kata Fadil..
(Tim)






















