TOLITOLI, //Tintapos.com// – Perum Bulog Kantor Cabang Tolitoli terus mengoptimalkan penyerapan beras petani lokal dengan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah penggilingan padi di Kecamatan Galang dan Dakopemean.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas permintaan petani dan pemilik penggilingan yang menginginkan adanya pemeriksaan langsung terhadap kualitas beras sebelum diserap. Pemeriksaan difokuskan pada standar teknis, terutama kadar butir patah (broken) yang ditetapkan tidak melebihi 25 persen.
Kepala Seksi Asisten Manajer Operasional Bulog Tolitoli, Sri Rahayu, memimpin langsung kegiatan tersebut untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Tolitoli, Zahnaz Abdeli, menyampaikan bahwa hingga April 2026, realisasi penyerapan beras telah mencapai sekitar 311 ton atau 41 persen dari target tahunan sebesar 750 ton.
Menurutnya, Bulog tetap membuka peluang seluas-luasnya bagi petani untuk menjual hasil panen, selama memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia juga menegaskan bahwa kunjungan langsung ke sentra produksi merupakan bagian dari strategi “jemput bola” untuk mempercepat serapan sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha penggilingan.
Langkah ini sekaligus menjadi klarifikasi atas isu yang berkembang di masyarakat terkait anggapan bahwa Bulog tidak menyerap beras petani. Di lapangan, Bulog justru aktif mendampingi agar kualitas beras dapat memenuhi persyaratan dan layak masuk gudang.
Dengan adanya upaya tersebut, diharapkan petani memperoleh kepastian pasar di tengah musim panen. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menjaga stabilitas stok pangan serta harga beras di tingkat produsen tetap terkendali.
Kegiatan ini masih akan terus dilakukan di berbagai wilayah sentra produksi sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.






















