RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

DPP BAPEKA-NTB: Pengadaan Excavator & Mobil Bor Air Dinilai ‘Siluman’, Audiensi di PUPR Bima Tak Ada Titik Temu, Pihak Dinas Disebut Menghindar

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA, //TintaPos.Com// – 12 Mei 2026 – Dewan Pengurus Pusat Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (DPP BAPEKA-NTB) membatalkan rencana aksi damai dan beralih melakukan audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima pagi ini. Kegiatan yang dikawal langsung oleh Intelkam Polres Bima Kota dan Satpol PP Kabupaten Bima ini berujung tanpa kesepakatan maupun jawaban memuaskan, lantaran pimpinan dan pejabat teknis kunci dinas diketahui tidak berada di tempat.

Pertemuan hanya bisa difasilitasi oleh Sekretaris Dinas PUPR, Ibu Amnah, yang didampingi Kepala Bidang Pengairan. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bidang Cipta Karya, serta seluruh staf teknis yang seharusnya memahami perencanaan dan pengadaan barang, diketahui turut serta dalam agenda “Selasa Menyapa” mendampingi Bupati Bima ke luar kantor. Akibatnya, saat DPP BAPEKA-NTB mempertanyakan rincian rencana pengadaan Alat Berat Excavator dan Mobil Bor Air Tanah Dalam yang disebut sebagai “Pengadaan Siluman”, tidak ada satu pun pejabat yang mampu memberikan penjelasan teknis maupun jawaban memadai.

Ketua Umum DPP BAPEKA-NTB, Tasrif Abdulatif, SH. dan Sekretaris Jenderal Adim, yang memimpin langsung rombongan pemantau, menilai hal ini sangat janggal dan berindikasi sikap menghindar dari pihak dinas. Padahal, undangan dan rencana kegiatan ini sudah disampaikan secara resmi tiga hari sebelum pelaksanaan.

Sekretaris Jenderal DPP BAPEKA-NTB, Adim, menyampaikan kekecewaannya usai pertemuan yang berjalan alot dan tanpa hasil tersebut. Menurutnya, kepergian seluruh pejabat kunci dinas mendampingi Bupati dijadikan alasan, namun pola ini dinilai sengaja dilakukan agar tidak perlu menjawab pertanyaan kritis terkait pengadaan senilai miliaran rupiah tersebut.

“Kami sudah menginformasikan rencana aksi dan audiensi ini 3 hari sebelumnya, secara resmi dan jelas. Tapi apa yang terjadi? Kepala Dinas tidak ada, alasannya mendampingi Bupati kegiatan Selasa Menyapa. Itu kami maklumi. Tapi kenapa Kepala Bidang Cipta Karya yang mengurus perencanaan, kenapa pegawai teknis yang paham pengadaan, semuanya ikut rombongan? Cukup Kepala Dinas saja yang mendampingi, kenapa yang lain harus ikut semua sampai kantor kosong tak ada yang bisa menjawab?” tegas Adim dengan nada kritis.

Adim menegaskan, hal ini semakin menguatkan dugaan awal lembaganya bahwa kedua paket pengadaan besar tersebut benar-benar merupakan Pengadaan Siluman. Pasalnya, saat ditanya dasar kebutuhan, lokasi penggunaan, studi kelayakan, dan mekanisme pengadaannya, Sekretaris Dinas dan Kabid Pengairan yang ada di tempat mengaku tidak memegang data dan tidak mengetahui rinciannya.

“Ini kami yakini adalah cara mereka untuk menghindar. Kepergian seluruh pejabat teknis dan pengambil keputusan itu bukan kebetulan, tapi strategi agar kami tidak bertemu siapa pun yang bisa menjawab. Kalau pengadaan ini sah, jelas, dan sesuai aturan, pasti ada yang berani hadir dan menjelaskan. Karena tidak ada yang berani memberi jawaban, berarti benar apa yang kami temukan: ini pengadaan siluman, tidak berdasar regulasi, tidak ada mekanisme yang jelas, hanya ada angkanya saja tapi tak ada wujud dan kebutuhannya,” tambahnya.

Baca Juga:  P-MAKI NTB TEKAN KEJATI NTB DAN BPK RI TINDAK TEGAS KASUS ANGGARAN PROYEK SPAM KELURAHAN DARA KOTA BIMA

Terkait isu pengalihan tanggung jawab yang kerap dijadikan alasan, Adim secara tegas menegaskan pesan khusus yang ditujukan langsung kepada Kepala Dinas PUPR. Ia menolak keras alasan yang menyatakan bahwa Kepala Dinas yang menjabat saat ini tidak memiliki tanggung jawab karena pengadaan tersebut dilakukan pada masa kepemimpinan pejabat sebelumnya.

“Kami tegaskan kepada Bapak Kepala Dinas, jangan buat alibi. Jangan beralasan bahwa pengadaan ini tidak ada kaitannya dengan Bapak, hanya karena saat proses pengadaan itu dilaksanakan, Bapak belum menjabat sebagai Kepala Dinas. Kami membantah keras alasan itu. Walaupun pengadaan itu terjadi bukan di masa Bapak menjabat, namun tanggung jawab moral atas segala persoalan, aset, dan kebijakan yang ada di lingkungan Dinas PUPR saat ini adalah tanggung jawab Bapak sepenuhnya. Justru karena Bapak Kepala Dinas yang baru, kami berharap Bapak mendukung langkah kami. Bantu kami bongkar segala praktik kejahatan, penyimpangan, dan kebocoran anggaran yang terjadi di masa lalu. Jangan justru Bapak menjadi benteng atau tameng yang menutupi persoalan tersebut, apalagi sampai menghindar dan tidak mau bertanggung jawab,”** tegas Adim dengan nada serius dan tegas.

Menurut Adim, seorang pemimpin baru yang memiliki integritas seharusnya menjadi pihak yang paling pertama mendukung pengungkapan kebenaran, agar aset daerah aman dan tidak ada lagi kerugian di masa mendatang. Sikap menghindar dan mencari alasan masa jabatan justru dinilai semakin menguatkan kecurigaan adanya upaya saling melindungi antar pejabat.

Sementara itu, Ibu Amnah selaku Sekretaris Dinas PUPR berusaha menjelaskan bahwa agenda mendampingi Bupati adalah jadwal rutin dan wajib diikuti pejabat terkait. Ia memohon maaf jika pertemuan hari ini belum bisa memberikan jawaban rinci, dan berjanji akan menyampaikan seluruh pertanyaan serta pesan tegas dari BAPEKA-NTB kepada Kepala Dinas serta pejabat terkait saat mereka kembali.

Namun penjelasan tersebut tidak memuaskan pihak pemantau. Adim menegaskan, kejadian hari ini semakin memperkuat dugaan penyimpangan. Sikap menghindar dan alasan-alasan yang dikemukakan dianggap sebagai bukti nyata bahwa pengadaan tersebut tidak berjalan di jalur yang benar dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

“Hari ini kami tidak dapat titik temu, kami tidak dapat jawaban. Tapi kami dapat bukti nyata sikap mereka. Menghindar itu jawaban. Menghilang saat ditanya itu pengakuan. Kami akan terus kawal, kami tidak akan diam. Pengadaan siluman ini harus dibongkar, harus jelas, dan harus dipertanggungjawabkan. Uang rakyat tidak boleh dipermainkan, dan jangan pernah berpikir tanggung jawab bisa lewat begitu saja hanya karena ganti pejabat,” pungkas Adim.

Kegiatan berakhir tanpa kesepakatan jadwal ulang maupun penjelasan teknis. Suasana berjalan aman berkat pengamanan ketat, namun meninggalkan pertanyaan besar dan kecurigaan mendalam mengenai transparansi pengelolaan anggaran di Dinas PUPR Kabupaten Bima. DPP BAPEKA-NTB mengancam akan mengambil langkah lebih lanjut jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan jawaban resmi serta tanggung jawab nyata dari pihak dinas.
Red.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru