Jember //TintaPos.Com// – Pemecah batu yang di datangkan dari Kabupaten Banyuwangi hanya bekerja sendiri dengan mengandalkan bor, pasak baja, dan palu. Bahkan,masih juga sempat berhasil memecahkan batu tersebut.walaupun agak kesulitan,di karenakan batunya masuh berlumpur dan basah
Memanggil spesialis pemecah batu dari Banyuwangi, rupanya masih buntu. Sebab, batu tersebut masih berada di tengah jalan penghubung Desa Sukereno dengan Gumuksari, Kecamatan Kalisat kabupaten Jember.Kondisi ini dinilai cukup merepotkan warga dan pengguna jalan lainnya.
“Orang yang sempat memecahkan batu itu sekarang sudah tidak bekerja lagi. Mungkin tidak kuat kalau harus bekerja sendirian. Jadi proses pemecahannya hanya berlangsung satu hari,” ujar Samsul, warga sekitar.
Menurutnya, apabila batu tersebut tidak segera dievakuasi, kendaraan roda empat maupun truk terpaksa harus memutar dengan jarak yang lebih jauh.
Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati mengimbau pengendara sepeda motor agar lebih berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut, terutama kondisi cuaca masih sering diguyur hujan.
“Pengendara roda dua agar bergantian saat melintas dan tidak saling berebut. Memperhatikan kondisi di sekitar sebelum melintas,” katanya.
Mufid menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember untuk mencari solusi terbaik terkait proses bantuan lanjutan.
Sebab, upaya pemecahan manual sementara ini terhenti.Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melintas pada malam hari.
Sebab, di sekitar lokasi tidak terdapat penerangan jalan yang memadai, sehingga rawan kecelakaan.
Diketahui, batu besar tersebut jatuh dari atas gumuk pada Jumat (16/1).Karena sulitnya dievakuasi dan terjadinya longsor susulan jika menggunakan alat berat, pihak desa memilih alternatif pemecahan manual dengan mendatangkan tenaga spesialis tersebut.(pal)






















