RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kembali ke Alam

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 04:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO //TintaPos.Com// – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menilai kenaikan harga plastik harus dimanfaatkan sebagai momentum bagi masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) dan mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak semata menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga peluang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan.

Sejak awal, musuh besar kelestarian alam adalah sampah plastik. Kenaikan harga ini harus semakin mempertegas sikap kita untuk benar-benar meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Sinung, Senin (6/4/2026).

Ia mengajak masyarakat meniru kearifan lokal dengan memanfaatkan bahan alami sebagai kemasan, seperti daun jati dan daun pisang yang dinilai masih melimpah di wilayah Bondowoso.

Dulu leluhur kita memanfaatkan daun-daunan. Kenapa kita tidak kembali ke alam? Tinggal bagaimana kita berkreasi membuatnya sederhana,” ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso ini menambahkan, kenaikan harga plastik juga harus menjadi pemicu bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mulai beralih ke alternatif ramah lingkungan, seperti penggunaan tas kertas atau kantong belanja yang dapat digunakan kembali.

Baca Juga:  Bupati Tolitoli Salurkan Bantuan Korban Kebakaran, Siapkan Bedah Rumah Rp25 Juta per Kepala Keluarga

Di sisi lain, ia menyoroti kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bondowoso yang sudah overload dan tidak lagi diperbolehkan menggunakan sistem open dumping oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurutnya, pengurangan penggunaan plastik akan berdampak langsung terhadap berkurangnya beban sampah yang sulit terurai, sekaligus mendukung pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan.

“Ketika penggunaan plastik berkurang, kita ikut mendukung pengolahan limbah yang lebih mudah terurai kembali ke alam,” jelasnya.

Ia juga mendorong Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Bondowoso untuk menggandeng akademisi dalam mengkaji efektivitas bahan alami sebagai pengganti plastik dan mengimplementasikannya di masyarakat.

“Kita harus mulai dari diri sendiri. Jangan sampai menjadi bagian dari perusakan alam. Ini saatnya berkomitmen benar-benar mengurangi plastik,” pungkasnya.

Sementara itu, kenaikan harga plastik dipicu oleh terganggunya pasokan minyak bumi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz.

Kondisi tersebut menyebabkan harga bahan baku plastik (nafta) melonjak hingga berdampak pada kenaikan harga plastik di Indonesia antara 40 hingga 100 persen.

(Eko,Tp)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru