BIMA
— //Tintapos.com//
Suasana mendadak mencekam di lingkungan Kantor DPRD Kabupaten Bima pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Tepat saat azan Isya berkumandang, warga dikejutkan dengan munculnya kobaran api yang tiba-tiba melahap bagian atas bangunan ruang Rapat Paripurna. Api sempat menjalar namun berhasil dipadamkan sebelum meluas berkat penanganan cepat warga dan petugas di lokasi.
Berdasarkan keterangan Marwan Damkar di lokasi, warga melaporkan adanya kebakaran tepat saat azan berkumandang.
“Saya belum mengetahui penyebab pastinya. Yang jelas, tiba-tiba ada laporan dari masyarakat bahwa terjadi kebakaran di Kantor DPRD Kabupaten Bima. Saat dilihat, kobaran api sudah berkobar di atas genteng ruang Paripurna,” ungkap Marwan.
Ketika diduga kemungkinan akibat korsleting listrik, ia langsung menampik: “Bukan dari listrik. Apinya muncul dari atas genteng.” Marwan pun menyarankan agar keterangan lebih lanjut dimintakan langsung kepada pihak DPRD maupun Kepolisian.
Informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menguatkan dugaan adanya unsur kesengajaan. Sejumlah benda mencurigakan ditemukan petugas di titik terjadinya kebakaran. Di antaranya: botol bekas air mineral yang diduga berisi bahan bakar jenis Pertalite, serta tiga lilitan kain yang berbau menyengat minyak tanah.
Benda-benda tersebut diduga sengaja diletakkan di titik penyalaan api di bagian atas gedung. Api sempat muncul namun tidak sempat membesar karena segera dipadamkan.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos. pun menyampaikan dugaan serupa. Beliau menegaskan kebakaran bukan akibat kerusakan instalasi listrik, melainkan diduga ada pihak yang tidak dikenal melemparkan sesuatu yang membakar ke atas atap bangunan, sehingga memicu kebakaran.
Gabungan temuan benda mencurigakan dan keterangan saksi memperkuat dugaan bahwa peristiwa ini bukan kecelakaan semata, melainkan terindikasi dilakukan dengan sengaja.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Polres Bima Kota masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi guna memastikan kronologi lengkap, penyebab pasti, serta mengidentifikasi siapa yang diduga melakukan perbuatan tersebut. Kami akan terus memantau perkembangan hasil penyelidikan pihak berwenang.
Red.





















