Tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, setiap paket berisi beras dan uang tunai Rp100 ribu
KOTA BIMA, NTB – //TintaPos.Com// – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima menggelar penyaluran bantuan zakat fitrah bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Pada kegiatan terbaru, sebanyak 500 paket bantuan disalurkan, sehingga total keseluruhan yang telah diberikan mencapai 1.000 paket.Rabu,11 Maret 2026
Setiap paket bantuan terdiri dari 5 kilogram beras premium dan tambahan uang tunai senilai Rp100 ribu bagi setiap penerima manfaat. Kepala Baznas Kota Bima H. A. Latif menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat kurang mampu selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya.
“Zakat fitrah yang kami salurkan bukan sekadar program tahunan, melainkan komitmen untuk membuat zakat benar-benar berdampak bagi masyarakat miskin. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi pilar penguat ketahanan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Latif.
Distribusi bantuan dilakukan melalui dua jalur, yaitu melalui perwakilan dari 31 kelurahan di Kota Bima dan secara langsung ke wilayah yang dinilai belum tersentuh oleh bantuan sebelumnya. Fokus utama penyaluran adalah kepada fakir miskin yang benar-benar membutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin mengingatkan agar proses pendistribusian berjalan dengan baik dan tidak disalahgunakan. Ia secara tegas meminta para lurah dan pihak terkait untuk tidak memasukkan kepentingan pribadi dalam menentukan penerima bantuan.
“Bantuan ini adalah hak masyarakat yang berhak menerima. Prioritaskan mereka yang paling miskin dan paling membutuhkan, jangan dulu melihat keluarga atau orang dekat kita,” tegas Rahman.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan fiskal, dengan APBD Kota Bima yang turun dari sekitar Rp1 triliun menjadi Rp700 miliar. Namun demikian, upaya untuk melayani masyarakat tetap berlanjut, termasuk melalui Program PKH Daerah yang akan diberikan kepada 1.200 warga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Walaupun kondisi keuangan daerah sedang sulit, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti. Semua bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan berjalan secara transparan serta tepat sasaran,” tambahnya.
Publik pun mengapresiasi langkah ini dan berharap penyaluran bantuan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Red.
(Adim-Kaperwil NTB)






















