RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

BOCAH SD KORBAN PELECEHAN DI SAPE: POLRES BIMA KOTA ATENSI, IBU KORBAN MINTA HUKUM MAKSIMAL,BAPEKA-NTB MURKA, PELAKU TELAH DITINDAKLANJUTI DI POLRES BIMA KOTA.

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bima , NTB //TintaPos.Com//-Kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi SD Kelas 6 di Kecamatan Sape kini mendapatkan perhatian serius dari pihak kepolisian, yang berjanji akan mengawal proses hukumnya hingga tuntas.

Sebagai informasi terbaru, pihak pelaku yang sebelumnya diamankan di Polsek Sape, kini telah resmi dipindahkan ke Rumah Tahanan Polres Bima Kota. Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur hukum untuk penanganan kasus lebih lanjut.

Pada hari Rabu (8/4/2026), korban menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tim Unit Pelayanan Perlindungan Anak dan Perempuan (P2AP) Polres Bima Kota. Pemeriksaan krusial ini dikawal langsung oleh Tasrif, Ketua Umum Lembaga Pemantauan Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (BAPEKA-NTB), serta dihadiri oleh Ibu Kandung Korban dan Saksi Mata.

JERITAN HATI IBU: “TIDAK ADA KOMPROMI, SAYA MINTA HUKUMAN PALING BERAT!”

Dengan suara bergetar menahan tangis yang pecah, Ibu Kandung Korban menyampaikan permohonan keadilan yang menyayat hati kepada aparat penegak hukum.

“Saya sebagai ibu hanya bisa menangis dan berharap Tuhan membalas semua kejahatan ini. Tapi saya minta kepada pihak yang berwajib, proses hukum ini jangan sampai berhenti di tengah jalan dan jangan ada kompromi sedikitpun.”

“Anak saya sudah hancur perasaannya, traumanya luar biasa dalam. Maka saya mohon dengan sangat, berikanlah hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku biadab itu. Jangan biarkan dia bebas, karena orang seperti itu sangat berbahaya dan tidak pantas dibiarkan hidup berdampingan dengan kita.”

“Balaslah rasa sakit yang dia berikan dengan hukum yang tegas. Saya ingin keadilan untuk anak saya, sampai titik darah penghabisan saya akan perjuangkan!” ujar sang ibu dengan penuh harap dan penyesalan mendalam, memohon keadilan yang tuntas.

KRONOLOGI PILU: DARI BAYAR AYAM, HINGGA DISERET KE KAMAR

Dalam pemeriksaan P2AP tersebut, terungkap kronologi detail yang sangat memilukan, menguak bagaimana anak sekecil itu harus menghadapi kebiadaban seorang dewasa. Kejadian bermula saat korban yang masih polos disuruh ibunya untuk membayar pesanan ayam.

Baca Juga:  HAMDIN AL-HASBY KECAM SIKAP POLRES BIMA KOTA YANG DIDUGA MENGHAMBAT LAPORAN KORBAN PENIPUAN

Sesampainya di lokasi, pemilik warung tidak ada di tempat. Yang ada justru pelaku berinisial B, yang tak lain adalah saudara kandung pemilik rumah tersebut.

Melihat situasi sepi dan korban tidak diawasi orang tua, pelaku langsung menjalankan niat jahatnya. Ia memancing korban masuk ke dalam rumah, lalu menyeretnya ke dalam kamar. Tanpa rasa kemanusiaan sedikitpun, pelaku menyuruh korban membuka baju dan melakukan tindakan asusila yang sangat menjijikkan.

DETIK-DETIK PELARIAN DAN SAKSI MATA HISTERIS

Dalam ketakutan yang luar biasa, korban tidak berani berteriak. Namun dengan sekuat tenaga dan insting bertahan hidup, ia berhasil melepaskan diri dan lari terbirit-birit keluar.

Sempat berniat minta tolong di kios terdekat, namun rasa takut dan trauma membuatnya ragu. Korban akhirnya berpura-pura membeli snack untuk menutupi ketakutannya, lalu langsung lari menuju rumah.

Momen pelarian ini disaksikan oleh seorang saksi bernama RM. Saksi melihat korban dalam kondisi menangis histeris dan wajah penuh ketakutan saat hendak menyeberang jalan. Walaupun sempat ditanya kenapa menangis, korban tak menghiraukan dan terus berlari menyelamatkan diri, yang membuktikan betapa pilunya kejadian tersebut.

Menyikapi kebiadaban yang menimpa anak sekolah tersebut, Tasrif selaku Ketua Umum BAPEKA-NTB menyuarakan kemarahannya yang memuncak dan mendesak aparat.

“Kami dari BAPEKA-NTB akan mengawal penuh proses hukum kasus ini sampai tuntas. Kami meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya terhadap pelaku biadab ini.”

“Ini sungguh keterlaluan! Seorang bocah SD kelas 6 saja tega dicabuli dan diperlakukan seenaknya. Orang seperti ini TIDAK PANTAS HIDUP DI MUKA BUMI. Hukum harus bekerja tegas, jangan ada kompromi!” tegas Tasrif dengan nada tinggi.

Masyarakat luas pun mendesak agar pelaku segera ditindak sesuai aturan yang berlaku demi rasa keadilan dan perlindungan terhadap anak-anak.

 Red.
(Adim Kaperwil NTB).

Berita Terkait

Tim Bola AH03 Asuhan April Hadi Akan Berangkat ke Semarang Usai Berhasil Menjadi Juara 2 Dalam Ajang Piala Bela Negara “Road To Semarang Zona Kuansing Riau”
Kapolda Sumsel: Penanganan Karhutla Harus Dimulai dari Edukasi hingga Rehabilitasi
Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:36

Tim Bola AH03 Asuhan April Hadi Akan Berangkat ke Semarang Usai Berhasil Menjadi Juara 2 Dalam Ajang Piala Bela Negara “Road To Semarang Zona Kuansing Riau”

Rabu, 9 September 2026 - 04:34

Kapolda Sumsel: Penanganan Karhutla Harus Dimulai dari Edukasi hingga Rehabilitasi

Selasa, 8 September 2026 - 05:09

Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton

Senin, 7 September 2026 - 11:13

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres

Senin, 7 September 2026 - 04:22

Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”

Rabu, 2 September 2026 - 01:39

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Berita Terbaru