Tolitoli, //TintaPos.com// – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tolitoli menghadapi keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah. Kondisi ini memengaruhi pelaksanaan program pembinaan dan pelayanan kepada kelompok pekebun serta peternak di daerah.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tolitoli, Herman Majid, menyampaikan bahwa pihaknya tetap berupaya mengalokasikan anggaran secara proporsional agar seluruh kelompok tetap mendapatkan perhatian. Namun, ia mengakui bahwa hasil yang dicapai belum dapat maksimal karena keterbatasan yang ada.
Ia menjelaskan, sektor perkebunan dan peternakan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat Tolitoli. Meski demikian, sektor peternakan masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan pangan, seperti daging dan telur, yang sebagian masih dipasok dari luar daerah.
Sementara itu, sektor perkebunan mulai menunjukkan perkembangan melalui kontribusi petani lokal. Namun, kapasitas produksi yang ada dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dinas memprioritaskan penguatan kelompok tani dan peternak. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemerintah daerah berharap, melalui strategi tersebut, sektor perkebunan dan peternakan tetap dapat bertahan dan terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta perekonomian daerah di tengah keterbatasan anggaran.






















