RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Ketua Umum UAR: Relawan Garda Terdepan Penanggulangan Bencana El Niño

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 08:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR //TintaPos.Com// – Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), Endang Sudrajat, S.T., M.Si., M.T., menegaskan bahwa relawan merupakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana, khususnya menghadapi potensi fenomena El Niño ekstrem 2026.

Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional “El Niño Godzilla 2026: Strategi Antisipasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Ekstrem di Indonesia” yang digelar di Kampus STAI Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu 25 April 2026.

Dalam paparannya, Endang menekankan bahwa relawan harus didukung dengan sistem yang terorganisir, kapasitas yang memadai, serta kesiapan infrastruktur dan logistik.

“Relawan adalah garda terdepan di lapangan. Karena itu, mereka harus dibekali dengan kapasitas, sistem mobilisasi yang jelas, serta dukungan logistik yang memadai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa mitigasi bencana harus dilakukan sejak sebelum bencana terjadi, melalui edukasi, pembentukan masyarakat tangguh, dan kesiapan sumber daya.

Menurut Endang, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti di level organisasi, tetapi harus disosialisasikan hingga ke tingkat komunitas. Edukasi kebencanaan menjadi kunci agar masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.

Ia juga menjelaskan pentingnya memahami siklus manajemen bencana yang meliputi tahap pra bencana, saat bencana (intra), dan pasca bencana. Dalam konteks El Niño yang dapat diprediksi, tahap pra bencana menjadi sangat krusial.

“Karena El Niño bisa diperkirakan waktunya, maka langkah antisipasi harus disiapkan sejak dini. Mulai dari penghematan air, pemantauan informasi iklim secara berkala, hingga kesiapan menghadapi potensi kebakaran dan krisis air bersih,” ujarnya.

Dalam aspek mitigasi, Endang membagi upaya menjadi dua bagian, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural mencakup penyediaan sarana dan prasarana, sedangkan mitigasi non-struktural dilakukan melalui edukasi, pelatihan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue juga mengimbau seluruh personel UAR di tingkat Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Daerah (Korda) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan internal, termasuk membentuk Pos UAR sebagai pusat pemantauan kondisi lingkungan dan respons cepat.

Baca Juga:  Kapolsek Cerenti IPTU Peri Padli Lakukan Pengecekan Lahan Ketahanan Pangan, Dukung Program Nasional

Selain itu, relawan diharapkan memiliki akses cepat terhadap layanan darurat, seperti nomor pemadam kebakaran, BPBD, Basarnas, Polres, Kodim serta memahami langkah-langkah teknis saat terjadi bencana.

“Manajemen relawan harus diperkuat. Koordinasi melalui pertemuan rutin, termasuk secara daring, perlu dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran,” jelasnya.

Endang menambahkan, risiko dampak El Niño dapat dikurangi melalui langkah sederhana namun konsisten, seperti menjaga lingkungan tetap bersih dan sejuk serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar.

“Setiap individu harus memahami di mana posisinya dan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Kesadaran ini yang akan menjadi kekuatan utama dalam membangun ketangguhan masyarakat,” pungkasnya.

Seminar nasional tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Imaam Yakhsyallah Mansur sebagai Keynote Speacker, Dr. Supari dari BMKG, Dr. R. Hadianto Wardjaman dari Jakarta Rescue, serta Imam Santoso, M.I.Kom dosen STAI Al-Fatah Bogor.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti ratusan peserta, terdiri dari unsur pimpinan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Pondok Pesantren Al-Fatah, Pengurus UAR Pusat, Korwil dan Korda Ukhuwah Al-Fatah Rescue, Civitas Akademika STAI Al-Fatah dan STISA ABM, Aqsa Working Group, Maemuna Center, Praktisi Media, Jurnalis, dan anggota UAR.Muslimat.

Para peserta baik yang hadir di lokasi maupun secara online mengikuti dengan antusiasme tingi. Hal itu terlihat dari aktifnya sesi diskusi yang membahas langkah konkret menghadapi potensi krisis akibat El Niño 2026.

Melalui kegiatan ilmiah ini, diharapkan terbangun kesiapsiagaan kolektif antara pemerintah, akademisi, relawan serta komunitas pendidikan dan dapat memberikan penguatan masyarakat dalam menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem di Indonesia. [Al Mujahid]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru