Jember, //Tintapos.com// – PT Pertamina Patra Niaga mengelar operasi pasar elpiji 3 kilogram untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sempat dikabarkan mengalami kelangkaan dan harganya melebihi harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pengecer di wilayah setempat.
Kami bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melaksanaan operasi pasar secara bertahap di 31 kecamatan, namun hingga kini sudah terealisasi di lima kecamatan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangan diterima di Jember, Rabu.22/4/2026
Menurut dia, operasi pasar dilaksanakan di lima kecamatan dengan total penyaluran sebanyak 1.500 tabung dengan alokasi per kecamatan sebanyak 300 tabung atau menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kegiatan operasi pasar masih akan terus dilaksanakan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Rencana awal dilaksanakan di 31 titik kecamatan di Kabupaten Jember dengan periode tanggal 20 April sampai dengan 4 Mei 2026, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena stok elpiji 3 kg dipastikan aman,” tuturnya.
Ia mengatakan pihak Pertamina memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, salah satunya elpiji dan dalam proses distribusi, Pertamina masif melakukan pemantauan di lapangan sebagai upaya memastikan stok mencukupi dan elpiji digunakan sesuai peruntukannya.
Sepanjang bulan April 2026, isu pasokan dan distribusi elpiji 3 kg cukup ramai di kalangan masyarakat Kabupaten Jember dan sekitarnya, sehingga untuk menyikapi hal itu maka Pertamina Patra Niaga masif melaksanakan pengecekan lapangan mulai dari stok, isu distribusi, hingga mitigasi lanjutan.
Stok di Jember dipastikan aman dan mencukupi. Pengecekan telah dilakukan dan kami pastikan penyaluran berjalan normal dan lancar dari level Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga pangkalan,” tuturnya.
Sebagai langkah mitigasi, lanjut dia, Pertamina telah melaksanakan penyaluran tambahan sepanjang bulan April 2026, mulai dari momen usai Idul Fitri, libur panjang perayaan Paskah, hingga pada hari-hari tertentu menyesuaikan kondisi di lapangan dan puncaknya dilaksanakan operasi pasar sebagai upaya mitigasi lanjutan normalisasi distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan elpiji sesuai peruntukannya untuk mencapai tujuan bersama bahwa elpiji subsidi tepat sasaran,” katanya.
Ia mengatakan Pertamina juga mengimbau masyarakat melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina agar bisa mendapatkan harga sesuai HET yakni sebesar Rp18 ribu dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai.
“Masyarakat dapat mengakses titik terdekat lokasi pangkalan pada website https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg,” ujarnya.
Pelaksanaan operasi pasar elpiji tersebut disambut antusias oleh masyarakat, sehingga ibu-ibu rumah tangga menyerbu operasi pasar tersebut dengan membawa tabung kosong.
“Kalau saya beli di toko sebesar Rp23 ribu per tabung, namun di lokasi operasi pasar harganya hanya Rp18 ribu per tabung, sehingga kegiatan operasi pasar itu sangat membantu,” kata Ely, salah seorang warga di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.
Pantauan di lapangan, harga elpiji 3 kg berkisar Rp23 ribu hingga Rp25 ribu di tingkat pengecer atau toko, namun masyarakat tetap membeli elpiji tersebut karena memang butuh untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, pemerintah menetapkan beberapa persyaratan bagi masyarakat yang ingin membeli elpiji dalam operasi pasar tersebut yakni wajib membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mengantisipasi pembelian dalam jumlah besar oleh pihak tertentu.
(Nur/Tp)






















