Tim UAR 9 Markas Pusat di Markas Wilayah Palembang, Senin, 16 Februari 2026. (Foto: UAR-TP)
PALEMBANG //TintaPos.Com// – Setelah sempat tertunda akibat kesulitan mendapatkan BBM solar di Palembang, Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) yang berangkat dari Cileungsi, Kabupaten Bogor akhirnya melanjutkan perjalanan kembali dari Markas Wilayah Palembang ke Aceh, Senin, 16 Februari 2026 pukul 09.45 WIB.
Tim UAR yang terdiri sembilan personel: Edi Wahyudi, Abdurrahman, Fikri Rafiul Haq, Isa, Yusuf, Ahmad, Misar, Surasman dan Wanto, merupakan tim relawan yang dikirim pengurus pusat ke wilayah bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tengah pasca misi kemanusiaan UAR tahap pertama pada 30 Novenber 2025 – 31 Januari 2026 di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
Keberangkatan para relawan tersebut dilepas oleh Pembina UAR Imaam Yakhsyallah Mansur di Masjid At Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ahad 15 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
“Tugas pokok mereka adalah menggembirakan warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh pada bulan Ramadhan dengan memberikan futur dan makan sahur sebulan penuh,” ujar Imaam Yakhsyallah saat memberikan sambutan pelepasan Tim UAR.
Para relawan yang berangkat menggunakan dua mobil Ford Ranger dan Nissan Frontier dengan membawa perbekalan logistik itu, juga direncanakan akan menambah hunian sementara (huntara) untuk penyintas bencana yang sudah dibangun saat misi kemanusiaan sebelumnya di Sumatera Utara dan Aceh (8 unit).
“Mudah-mudahan amal sholih mereka diterima Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga berguna bagi kehidupan mereka dunia maupun akhirat, dan dapat menjadikan kebaikan bagi umat manusia dalam ridlo Allah subhanahu wa ta’al,” tambah Imaam.
Tim relawan UAR yang dipimpin Edi Wahyudi diharapkan awal Ramadhan 1447 (Rabu/Kamis) sudah sampai di Aceh. Selepas dari Cileungsi rombongan relawan transit di Markas UAR Wilayah Sumatera Selatan (Palembang). “Alhamdulillah Tim UAR sampai di Markas Palembang sekitar pukul 00.30 WIB dalam keadaan sehat-wal afiat,” kata Edi Wahyudi dalam laporannya, Senin (16/2).
Ia juga mengungkapkan, di wilayah Lampung perjalanan sempat terhenti untuk memperbaiki posisi sepeda motor yang dibawa dengan Ford Ranger di bagian belakang mobil. Kemudian sepanjang perjalanan dari Lampung ke Palembang tim juga mengalami kesulitan mendapatkan BBM solar. Sehingga persediaan solar yang dibawa dari Cileungsi terpaksa dipakai lebih awal sebanyak 40 liter untuk dua mobil.
Menururt Edi, rencananya usai shalat Shubuh Tim UAR akan langsung melanjutkan perjalanan. Oleh karenanya meski dalam cuaca masih agak gelap, mereka berusaha mendapatkan solar di sekitar Palembang.
“Bakda Shubuh kami berputar-putar di daerah Palembang tapi tidak dapet. Akhirnya untuk melanjutkan perjalanan kami memakai BBM jenis Dexlite walaupun harganya dua kali lipat lebih mahal,” kata Edi Wahyudi sesaat sebelum meninggalkan Markas Palembang, Senin sekitar pukul 09.45 WIB.
Sebelumnya Tim UAR dijamu oleh Pembina UAR Wilayah Palembang, Doni Abu Harits dan para ikhwan dengan sarapan empek-empek di Masjid Al-Hijrah Borang, Kec. Sako, Kota Palembang tempat para relawan beristirahat.
“Pagi-pagi kalau belum makan empek-empek itu terasa bukan di Palembang. Oleh karena itu para tamu harus makan empek- empek,” ujar Doni yang pernah turun ke lokasi bencana di Aceh beberapa waktu lalu.
Selain sembilan personel UAR dari Markas Pusat, hari ini (16/2) tiga relawan dari Jambi juga berangkat ke tempat amal sholih. Kedua Tim relawan akan bergebung di Aceh Tamiang untuk melaksanakan tugas kemanusiaan selama Ramadhan bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF).
Sementara itu empat relawan lain, terapis dan tukang, yakni Rojiun, Sutisna, Anwar Halim dan Agil Albias juga akan berangkat pada Jum’at 20 Februari 2026 melalui Pelabuhan Tanjung Periok, Jakarta Utara.
Pemimpin perjalanan Tim UAR, Edi Wahyudi, mengharapkan doa para ikhwan untuk kelancaran dan keselamatan perjalanan para relawan ke medan amal sholih di Aceh. “Mohon doa para ikhwan semua untuk kelancaran dan keselamatan tim dalam perjalanan,” pungkas Edi Wahyudi. [AM]
























