Kamuflase Ojek di Pangkalan Terlibat Dalam Jaringan Kurir Narkoba 15 Kilogram di Asahan

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASAHAN //TintaPos.Com// – Dalam sebuah akun yang beredar dan viral di salah satu medsos, kru media menemukan sebuah narasi dan rilisan yang mengulas suatu peristiwa tindak pidana peredaran gelap narkoba yang digagalkan oleh pihak aparat hukum dari Mabes Polri, berikut rilisan dimaksud yang telah di edit oleh kru media agar memenuhi kosa kata yang memadai tanpa mengurangi isi dari narasi rilisan dimaksud.

Rutinitas Jalan Lintas Tanjung Balai – Asahan, Sumatera Utara layaknya bergerak seperti biasa. Kendaraan bus antar lintas, truk maupun kendaraan pribadi tetap lalu lalang di jarum jam sekitar pukul 22.30 WIB, di hari Senin (16/02/2026).

Di tengah deru mesin kendaraan yang melintas di kegelapan malam itu, tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, sedang mengintai target dalam kegiatan giat dari sebuah penyelidikan panjang dalam memotong jalur distribusi narkoba via darat.

Seketika, terlihat motor Honda Scoopy yang melintas dihentikan paksa oleh beberapa orang petugas. Dua orang pria tak berkutik, yang salah satunya adalah Okto Jefri Sihombing (42), pria yang malam itu mendekap erat sebuah tas ransel abu-abu.

Secara kasat mata, tas itu tampak sangat biasa. Namun, ketika petugas membuka resletingnya, terungkaplah muatan aslinya yaitu 15 bal heroin kualitas wahid seberat 15 kilogram. Sebuah jumlah yang fantastis untuk peredaran di jalur darat.

Ironi di Balik Kemudi Ojek

Hal yang membuat operasi ini menarik adalah metode pergerakan dari Okto yang tidak mengendarai motor sendiri. Ia menyewa jasa seorang tukang ojek di pangkalan berinisial AS (37) untuk membawanya dari Tanjung Balai menuju kawasan Simpang Kawat, Kisaran.

Baca Juga:  GERAKAN RAKYAT MEMBARA: PULAU SUMBAWA SATU SUARA TUNTUT PROVINSI SENDIRI

Pengakuan awal, sang tukang ojek berdalih hanya menjalankan profesinya mengantar penumpang tanpa tahu-menahu isi tas di punggung pria di belakangnya.

Namun, fakta di lapangan justru membuka cerita lain, ketika ttes urine dilakukan langsung di tempat, hasilnya cukup mengejutkan.
Okto terbukti positif mengonsumsi sabu. Lebih miris lagi, sang tukang ojek yang mengaku tidak tahu apa-apa itu justru urinenya positif mengandung sabu dan ganja.

Memburu Sang Pengendali Bayangan

Dalam ekosistem peredaran gelap, kurir sekelas Okto hanyalah pion yang digerakkan dari jauh. Dari hasil interogasi singkat di lapangan, meluncurlah satu nama: Habib.

Sosok ini diduga kuat menjadi pengendali utama, dalang yang mengatur ritme pengiriman 15 kilogram heroin dari balik layar dan memastikannya sampai ke titik distribusi berikutnya.

Kini, belasan kilogram heroin, tas abu-abu, dan motor Scoopy itu telah diamankan sebagai barang bukti. Bareskrim kini berpacu dengan waktu, membedah jejak digital dari ponsel yang disita untuk melacak sang pengendali : Habib.

Penangkapan di tepi jalan Asahan malam itu jelas bukan babak akhir, melainkan alarm bahwa jaringan besar masih terus mencari celah di pesisir timur Sumatera.

Sementara itu, kru media telah mencoba mengkonfirmasi info tersebut kepada pemilik akun yang beredar di medsos serta nomor call center Dittipid Narkoba Bareskrim Mabes Polri kru media juga telah mengconfirmasi hal tersebut, namun hingga rilis berita naik kemeja redaksi pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

(Afrialdi Nasution)

Berita Terkait

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Polsek Singingi Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Melalui Layanan Kepolisian 110, Dua Rakit Peti Ditindak
Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Rakit PETI di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru