Bondowoso //Tintapos.com// 11 Mei 2026 – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso menargetkan keaktifan kembali kepengurusan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di wilayahnya paling lambat pada akhir tahun 2026 ini. Langkah ini diambil mengingat organisasi tersebut telah vakum selama tiga tahun terakhir, sehingga menghambat kelancaran komunikasi dan kerja sama antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha perhotelan dan rumah makan.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, S.Sos., M.Si mengungkapkan bahwa selama PHRI tidak berfungsi, pemerintah kesulitan menjembatani berbagai kebijakan, terutama yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata hingga urusan perpajakan. Selama ini, koordinasi harus dilakukan secara langsung satu per satu kepada sekitar 20 hotel dan lebih dari 200 usaha rumah makan yang beroperasi di Bondowoso, yang dinilai kurang efektif dan memakan banyak waktu.
“PHRI di Bondowoso sudah vakum selama tiga tahun. Selama masa itu, upaya mengoptimalkan kinerja sektor perhotelan maupun penyelesaian urusan terkait perpajakan masih menemui berbagai kendala di lapangan. Oleh karena itu, kami bertekad agar tahun ini PHRI sudah kembali aktif dan memiliki kepengurusan yang sah,” tegas Gede Budiawan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (11/5).
Untuk mewujudkan target tersebut, Disparbudpora secara aktif terus melakukan koordinasi intensif dengan Pengurus Daerah PHRI Provinsi Jawa Timur. Hingga saat ini, tanggapan yang diterima sangat positif, bahkan pihak PHRI Jatim telah berkomitmen untuk segera membantu pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten, seiring dengan kebijakan yang menargetkan seluruh wilayah di Jawa Timur telah memiliki PHRI yang berfungsi sepenuhnya.
Keberadaan PHRI yang aktif nantinya diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah. Organisasi ini akan menjadi wadah penyaluran aspirasi pelaku usaha, sarana sosialisasi kebijakan, serta mitra dalam menyusun dan melaksanakan berbagai program peningkatan mutu pelayanan, pelatihan tenaga kerja, hingga upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke Bondowoso yang merupakan bagian dari Kawasan Geopark Dunia Ijen.
“Dengan adanya PHRI yang berjalan kembali, segala hal yang berkaitan dengan kemajuan sektor perhotelan dan rumah makan dapat dibahas secara terpadu. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan wisata sekaligus turut menyumbang peningkatan pendapatan asli daerah,” tambah Gede.
Pihak Disparbudpora menyatakan akan terus mempercepat proses pembentukan kepengurusan hingga pelantaran agar target pengaktifan kembali PHRI Bondowoso pada tahun 2026 ini dapat tercapai sesuai harapan, guna semakin memperkuat fondasi pembangunan pariwisata di daerah tersebut.
(Eko,Tp)





















