RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Tolak Keterlibatan Tanpa Mandat PBB – Forum Purnawirawan TNI Sampaikan Panggilan Moral untuk Kedaulatan Bangsa

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, //TintaPos.Com// – 26 FEBRUARI 2026 – Dalam surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP-TNI) menyampaikan sikap tegas menolak rencana keterlibatan Indonesia dalam skema Board of Peace (BoP) berupa pengiriman Pasukan TNI jika tidak didasarkan pada mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Surat yang ditandatangani oleh empat perwira tinggi purnawirawan TNI ini bukan sekadar sikap politik, melainkan panggilan moral dan tanggung jawab sejarah untuk menjaga keutuhan dan martabat bangsa Indonesia.

“TNI Bukan Tentara Bayaran Internasional”

Dalam suratnya, FPP-TNI menegaskan bahwa pelibatan TNI di luar negeri harus berlandaskan mandat PBB, bukan kepentingan negara tertentu. Sejarah panjang pengabdian TNI sebagai Pasukan Perdamaian PBB menunjukkan bahwa korps ini selalu bertindak netral, tidak berpihak, dan membawa nama Indonesia sebagai bangsa cinta damai.

“Jika pemberian pasukan dilakukan atas prakarsa atau kepentingan suatu negara, hal itu akan menyimpang dari tradisi kehormatan TNI, menempatkan prajurit dalam konflik yang bukan mandat konstitusi, dan berpotensi menyeret Indonesia ke dalam pertarungan kepentingan global,” tulis bagian dari surat terbuka tersebut.

Bertentangan dengan Prinsip Politik Luar Negeri

FPP-TNI juga menyatakan bahwa keterlibatan dalam skema yang tidak jelas legitimasi multilateralnya akan membuat Indonesia terkesan tidak independen, terseret dalam konfigurasi kepentingan asing, dan kehilangan kesan moral sebagai honest broker dunia. Hal ini bertentangan dengan prinsip Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif yang selama ini menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia.

Baca Juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Ajak Generasi Muda Perkuat Nasionalisme

Selain itu, langkah tersebut juga dianggap mengkhianati amanat Konstitusi tentang penolakan penjajahan. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia selalu berdiri di garis depan mendukung perjuangan rakyat untuk merdeka, termasuk perjuangan rakyat Palestina yang telah diakui sebagai negara yang pertama mengakui kemerdekaannya pada tahun 1950.

“Keputusan Strategis Harus Transparan dan Mengutamakan Kepentingan Nasional”

FPP-TNI menegaskan bahwa keputusan strategis negara yang menyangkut kedaulatan, keselamatan prajurit, dan arah politik luar negeri jangka panjang tidak boleh diambil tanpa keterbukaan kepada rakyat. Langkah tersebut harus melalui mekanisme konstitusional, mendapatkan persetujuan politik nasional dari DPR, dan dijelaskan secara transparan kepada publik.

“Kami meminta Presiden Republik Indonesia menempatkan kepentingan nasional dan amanat konstitusi di atas tekanan geopolitik apa pun. Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai bangsa merdeka, bukan sebagai bagian dari orbi kekuatan mana pun,” tegas bagian akhir surat terbuka.

Panggilan untuk Konsistensi dan Martabat Bangsa

Dalam kesimpulan sikapnya, FPP-TNI mendesak pemerintah untuk tetap konsisten pada politik luar negeri bebas-aktif, serta mengingatkan bahwa TNI hanya boleh dikerahkan untuk misi perdamaian dunia yang sah, netral, dan bermartabat. Surat ini menjadi pengingat bahwa martabat bangsa dan kedaulatan negara adalah hal yang tak ternilai harganya, harus dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh komponen bangsa.

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:22

KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57

Dukung Fakta Media Tinta Pos, LSM NTB Akan Usut Tuntas & Laporkan Jaringan TPPO Vina ke Mabes Polri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:36

KSATRIA MUDA MERAH PUTIH KOTA BIMA AKBAR INVALIDE BANGUN GERAKAN BERSAMA KELUARGA KORBAN — DESAK CV. GARUDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS BURUH HARIAN CACAT PERMANEN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04

Akbar Invalide Kritik Keras Kinerja Kejari Bima, Soal Sera Suba Dinilai Jalan di Tempat.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:57

KABAG PBJ KOTA BIMA IRWANSYAH, MAP BUKA SUARA TEGAS: SAYA TIDAK BERWENANG MENGUBAH DPA MAUPUN PANGKAS ANGGARAN — PROYEK RSUD PROSES PENGADAAN CACAT KARENA RUP TIDAK SESUAI DPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:47

BAPEKA-NTB HADIR DI RDP DPRD KOTA BIMA, SELURUH ANGGOTA KOMISI I HADIR — JANJI EVALUASI & SIAP KELUARKAN REKOMENDASI PENGHENTIAN SEMENTARA, DESAK DPRD LAPORKAN TINDAK PIDANA PERUSAKAN ASET DAN PELANGGARAN ATURAN CSR

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13

BARA NTB GELAR AKSI SOROTI BOBROKNYA MANAJEMEN PT PLN NUSA DAYA NTB, DESAK PEMBERHENTIAN DIREKTUR HINGGA EVALUASI TOTAL SISTEM KERJA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:26

Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Bencana: Transparansi dan Integritas Harus Dikawal

Berita Terbaru