Banyuwangi, //Tintapos.com// – DPRD Banyuwangi menyoroti realisasi retribusi tempat pariwisata yang masih rendah di tengah peningkatan kunjungan wisata ke Banyuwangi di tahun 2025 yang meningkat tajam. Pada tahun 2026, retribusi tempat wisata hanya terealisasi 31 persen.
Pada tahun 2025 jumlah wisatawan Nusantara ke Banyuwangi meningkat dari 3,28 juta orang di tahun 2024 menjadi 3,50 juta orang di tahun 2025. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara juga meningkat dari 122,90 orang di tahun 2024 menjadi 166,99 orang di tahun 2025.
Peningkatan kunjungan wisatawan ini tidak berbanding lurus dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi tempat pariwisata yang hanya terealisasi 31 persen dari target.
Jika melihat angka kunjungan wisata ke Banyuwangi tahun 2025 sangat luar biasa, namun capaian penerimaan retribusi pariwisata masih jauh dari target yang ditetapkan yang hanya terealisasi sebesar 31 persen,” jelas Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Febri Prima Sanjaya, ke (Tintapos.com) Selasa 14/4/2026
Target penerimaan PAD dari retribusi tempat pariwisata tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp3,4 miliar. Namun hanya terealisasi sebesar Rp.1,3 miliar. Dia menyebut, penerimaan retribusi tempat wisata ini masih sangat jauh dari target yang ditetapkan.
“Hal ini tentu menjadi tanda tanya kami, bagaimana pengelolaan retribusi di tempat pariwisata itu, apakah terjadi kebocoran yang sistematis,“ katanya.
Menyikapi hal ini, Komisi III DPRD Banyuwangi berencana menggelar rapat kerja khusus dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan para pelaku wisata.
Komisi III akan melakukan rapat kerja khusus dengan Dinas Pariwisata dan pengelola destinasi wisata dengan tujuan diskusi mengurai persoalan yang menjadi kendala di lapangan,” ungkapnya.
Sistem e-ticketing pariwisata yang telah diterapkan di Kabupaten Banyuwangi seharusnya bisa termonitor dengan baik. Apalagi sistem tersebut sudah terintegrasi online dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang memungkinkan pencatatan data pengunjung dan retribusi secara real time.
Sistem e-ticketing pariwisata ini belum maksimal dan belum termonitor dengan baik hingga saat ini. Kita akan cari tahu apakah sistem ini masih efektif atau tidak,” ujarnya.
(Tim)






















