Bondowoso, //Tintapos.com// – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso menggencarkan layanan imunisasi campak di rumah sakit, puskesmas, posyandu, hingga bidan desa. Ini dilakukan Dinkes setelah ditemukan 17 kasus suspek campak di Bondowoso pada Maret 2026.
Kepala Dinkes Bondowoso, Mochammad Jasin, mengatakan, Dinkes menggencarkan layanan imunisasi campak di rumah sakit, puskesmas, posyandu, hingga bidan desa itu selama April 2026. Dengan menyasar bayi di bawah dua tahun ( baduta) dan bayi di bawah lima tahun ( balita).
“Jumlah baduta sasaran imunisasi campak sebanyak 82 anak dan jumlah balita sasaran imunisasi campak sebanyak 138 anak yang tersebar di sejumlah kecamatan di Bondowoso,” kata Dokter Jasin, panggilan akrabnya, Selasa, 14 April 2026.
Dari jumlah dua sasaran tersebut, menurut dia, capaian imunisasi campak di Bondowoso hingga memasuki pekan kedua April 2026 telah mencapai 97,01 persen.
“Angka capaian ini memang belum 100 persen, tapi sudah sesuai target dari Kemenkes RI,” ujar mantan Wakil Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso itu.
Dokter Jasin juga menjelaskan, layanan imunisasi campak digencarkan Dinkes selama April 2026 diberikan gratis. Ini karena, ketersediaan vaksin Measles-Rubela (MR) untuk pencegahan campak yang dimiliki Dinkes Bondowoso mencapai 7.730 dosis yang cukup untuk kebutuhan imunisasi sepanjang 2026.
“Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat Bondowoso untuk imunisasi campak baduta dan balitanya di rumah sakit, puskesmas terdekat, posyandu, atau bidan desa. Ini untuk meningkatkan kekebalan dan melindungi anak dari penyakit campak,” jelasnya.
Dokter Jasin mengungkapkan, temuan 17 kasus suspek campak pada Maret 2026, tersebar di delapan kecamatan. Namun, temuan kasus itu masih dugaan dan belum terkonfirmasi positif campak.
“Sampel kasus suspek campak itu telah dikirim ke Dinkes Jatim untuk uji laboratorium dan hasilnya masih kita tunggu. Sedangkan kondisi anak-anak yang diduga suspek campak, kini sudah sehat dan membaik,” ungkapnya.
(Eko,Tp)






















