RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

IWAN KURNIAWAN APRESIASI BAPEKA NTB: LANGKAH PROFESIONAL JAGA ANGGARAN NEGARA

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 07:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA //TintaPos.Com// – LSM Senior, Iwan Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah yang diambil oleh Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (BAPEKA-NTB).

Menurutnya, kepedulian lembaga tersebut dalam mengawasi pembangunan daerah serta mengontrol penggunaan anggaran negara merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang sangat positif.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAPEKA. Mereka menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan dan sangat serius dalam mengontrol anggaran negara agar tepat guna,” ujar Iwan Kurniawan.

Hal ini disampaikan menyusul penyerahan surat pengaduan resmi yang dilakukan BAPEKA kepada Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima. Dalam surat tersebut, BAPEKA mendesak agar pejabat terkait tidak lagi dilibatkan dalam pengelolaan proyek anggaran tahun 2026.

Pejabat yang dimaksud berasal dari Dinas PUPR Kota Bima, yaitu Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya berinisial Fhrz dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial Faqh.

Berdasarkan hasil pantauan BAPEKA, pada pelaksanaan proyek anggaran tahun 2025 lalu, ditemukan berbagai indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh pihak terkait. Oleh karena itu, langkah penolakan penggunaan nama mereka pada proyek tahun mendatang dinilai sangat mendesak dan perlu ditindaklanjuti.

“Tugas mereka sebagai lembaga kontrol sosial sudah dilakukan dengan sangat profesional. Ini bukti bahwa mereka bekerja serius demi kepentingan publik dan transparansi pemerintahan,” tegas Iwan.

 

RESPON ADIM: BAGAIMANA BISA BANGUNAN BAIK JIKA MASIH DIPAKAI?

Baca Juga:  Kapolsek Cerenti Pimpin Pengecekan Lahan Ketahanan Pangan Nasional untuk Penanaman Jagung Pipil di Desa Pulau Bayur

Merespons hal tersebut, Sekretaris Jenderal BAPEKA NTB, Adim, menegaskan alasan kuat di balik desakan tersebut. Menurutnya, sangat mustahil pembangunan daerah bisa berjalan dengan baik dan berkualitas jika pihak-pihak yang terbukti melakukan kesalahan masih saja dilibatkan.

“Bagaimana bisa berjalan dengan baik pembangunan daerah kalau pihak ini masih dipakai lagi? Tidak ada satupun proyek yang berjalan dengan baik. Laporan menumpuk di Kejaksaan dan Kepolisian,” tegas Adim.

Lebih jauh, Adim menilai tindakan tersebut sangat merugikan keuangan negara serta mencederai rasa keadilan masyarakat yang menunggu manfaat dari pembangunan tersebut.

“Hal tersebut sangat merugikan keuangan negara dan mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

 

IWAN KURNIAWAN: ISU PERINTAH KEPALA DAERAH ITU TIDAK BENAR

Yang menjadi sorotan tajam, beredar isu di masyarakat yang menyatakan bahwa praktik penyimpangan tersebut dilakukan atas perintah Kepala Daerah. Menanggapi hal itu, Iwan Kurniawan menegaskan hal tersebut adalah informasi yang tidak benar.

“Lebih menyayangkan lagi, beredar isu yang menyatakan bahwa praktik tersebut dilakukan atas perintah Kepala Daerah. Hal ini jelas tidak benar dan merupakan upaya untuk menjegal serta merusak citra dan stabilitas kepemimpinan kepala daerah,” pungkas Iwan.

Ia pun berharap agar pemerintah daerah dapat menindaklanjuti surat tersebut dengan bijak demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

(Red)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru