BOGOR //TintaPos.Com// – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Athoillah Kota Wisata menggelar Kajian Ahad Ba’da Shubuh bertema “Memaknai Tahun Baru Hijriah 1448” di Masjid Athoillah, Klaster Den Haag Forestry, Kota Wisata, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Ahad (14/6/2026).
Kajian yang menghadirkan KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, MA sebagai pembicara tersebut diikuti puluhan jamaah dari lingkungan Kota Wisata serta para ikhwan dan akhwat dari Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi yang turut sholat Shubuh berjama’ah di masjid. Kegiatan berlangsung mulai pukul 05.10 hingga 06.15 WIB.
Dalam pembukaan kajiannya, Imaam Yakhsyallah Mansur mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid sebagai salah satu ciri orang-orang beriman yang di antaranya disebutkan dalam Al-Qur’amn Surat At-Taubah ayat 18.
Menurutnya, memakmurkan masjid tidak hanya diwujudkan dengan membangun bangunan fisik seperti masjid-masjid di Kota Wisata dan lainnya, tetapi juga menghidupkannya dengan berbagai aktivitas ibadah dan dakwah.
“Orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir adalah orang yang memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah lima waktu, utamanya shalat Shubuh. Kemudian menyelenggarakan kajian ilmu, dzikir, dan berbagai aktivitas kebaikan lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Imaam Yakhsyallah mengatakan, keutamaan shalat Shubuh sangat banyak, tetapi justru shalat ini yang paling kurang diperhatikan oleh umat Islam. Sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sebuah haditsnya mengingatkan bahwa shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Shubuh.
Dalam kesempatan tersebut, Imaam Yakhsyallah juga mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada bangsa Indonesia, negeri yang aman, subur, dan memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
“Kita bersyukur diberi Allah negeri yang aman walaupun tidak sedang baik-baik saja. Kita tidak mengalami perang antaragama. Kita juga diberi negeri yang subur walaupun belum sepenuhnya makmur. Semua ini adalah nikmat yang wajib kita syukuri,” katanya.
Ia mengutip firman Allah dalam Surat Ad-Dhuha, Wa amma bini‘mati rabbika fahaddits, serta mengingatkan bahwa siapa yang bersyukur kepada manusia berarti ia juga bersyukur kepada Allah dan sebaliknya.
Memasuki tema utama kajian, Imaam Yakhsyallah Mansur menjelaskan bahwa Tahun Baru Hijriah hendaknya dijadikan momentum untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Ia membacakan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim tentang pentingnya niat dalam setiap amal termasuk dalam berhijrah.
Dalam catatan sejarah, setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hijrah dari Mekkah ke Madinah umat Islam mengalami kejayaan di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad dan para shahabat khulafaur rasyiddin almahdiyyin.
Menurut beliau, makna hijrah yang paling utama adalah meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan beralih kepada perbuatan yang diridhai-Nya.
“Kalau Islam ingin jaya, negeri ini makmur, mari kita berhijrah dengan meninggalkan apa yang dilarang Allah seperti malas beribadah, malas shalat malam, saling mencela sesama, berpecah belah, dan korupsi. Jika semua itu dilakukan, Allah akan meridhai kita semua,” tegasnya.
Usai kajian, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Athoillah menjamu para jamaah dengan sarapan bersama. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan yang menjadi salah satu sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan ketakwaan warga di lingkungan Kota Wisata dan sekitarnya. [AM]




















