KOTA BIMA, NTB //TintaPos.Com// – Aktivis masyarakat, Iwan Kurniawan, menyatakan penyesalan mendalam atas kedatangan tim Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam kegiatan evaluasi dan penertiban perusahaan otobus (PO Bus) di wilayah Kota Bima. Menurutnya, kegiatan tersebut terkesan hanya formalitas dan penuh dengan “sandiwara”.
“Saya sangat menyesali kedatangan Dishub Provinsi kemarin. Dalam proses evaluasi terhadap PO Bus yang tidak memiliki izin, terlihat jelas bahwa banyak hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini terasa seperti sandiwara belaka,” ujar Iwan kepada awak media, Rabu (15/04/2026).
Iwan menegaskan, seharusnya dalam kegiatan tersebut dilakukan verifikasi ulang secara menyeluruh terhadap seluruh PO Bus yang beroperasi. Langkah ini penting untuk memastikan legalitas, kelayakan, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Namun sayangnya, hal tersebut tidak dilakukan sama sekali oleh tim yang turun ke lapangan.
“Yang seharusnya ada adalah proses verifikasi kembali terkait status setiap PO Bus yang ada. Apakah izinnya masih berlaku, sudah mati suri, atau bahkan tidak memiliki izin sama sekali. Tapi kenyataannya, langkah krusial itu justru diabaikan total,” tegasnya.
Akibatnya, menurut Iwan, tujuan utama dari kegiatan penertiban tidak tercapai. Pelanggaran yang sudah lama terjadi tetap berlanjut, dan ketidakadilan bagi pelaku usaha yang sudah legal tetap terasa.
“Evaluasi tanpa verifikasi yang serius itu sama saja bohong. Bagaimana bisa masalah diselesaikan jika data dan fakta di lapangan tidak dicek dengan benar? Kami berharap ke depannya ada tindakan yang lebih nyata dan tidak hanya sekadar pencitraan,” pungkas Iwan Kurniawan.
(Red)






















