KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

DPRD Kuansing

Pj Kades Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya H. Bahasa, A. Md

Kafe Remang – Remang Di belakang Komplek Perkantoran Pemda Kuansing Tetap Buka, Walau Ditindak Satpol PP!! Ada Apa??

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 01:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : salah satu tempat hiburan malam di belakang komplek perkantoran Pemda Kuansing

Kuansing //TintaPos.Com// – Dibelakang Komplek perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau terdapat komplek kafe remang – remang yang hanya berjarak lebih kurang 200 meter. Setidaknya ada 6 (enam) kafe remang – remang di belakang komplek perkantoran Pemda Kuansing. Jika malam hari tiba, jalanan di seputaran komplek perkantoran Pemda Kuansing itu menjadi jalur keluar masuk para tamu menuju lokasi komplek kafe remang – remang tersebut.

Jika masyarakat ingin menyaksikan langsung seperti apa suasana malam di jalan komplek perkantoran Pemda Kuansing menuju lokasi kafe remang – remang itu, datang saja ke jalan di persimpangan kantor DPRD Kuansing dan kantor dinas perhubungan. Disana masyarakat bisa melihat para tamu kafe remang – remang yang ingin menikmati malam di kafe remang – remang tersebut.

Berdasarkan investigasi media, dibekali informasi yang dirangkum dari berbagai sumber, wanita yang bekerja di kafe remang – remang itu kebanyakan ngekos atau tinggal di sekitar kelurahan Sungai Jering atau daerah sinambek. Ada juga yang memang tinggal di rumah berdekatan dengan kafe tersebut yang disediakan oleh pemilik. Pada malam hari mereka ada yang diantar memakai kendaraan pemilik kafe, ada juga yang datang sendiri dengan ojek atau dengan teman laki- lakinya. Perempuan yang datang sendiri atau dengan teman laki – lakinya, sering disebut pelayan freelance atau pekerja lepas, artinya mereka tidak bekerja tetap di kafe tersebut.

Pekerja wanita di kafe itu kebanyakan berpakaian seksi memakai baju minim layaknya wanita penghibur di sebuah diskotik, room/atau pub, begitu juga wanita yang menjadi tamu freelance yang datang dari luar yang diantar ojek pada malam hari.

Pertanyaannya, apakah Pemerintah Daerah (Pemda) Kuansing memilih diam, atau hanya memberi tindakan dengan penertiban yang hanya sebatas teguran, atau pembinaan tanpa ada tindakan tegas yang terukur?

Menjawab hal itu awak media mencoba mengkonfirmasi Bupati Kuansing Dr. Suhardiman Amby, MM Datuk Panglimo Dalam, yang dikonfirmasi melalui whatshap pribadinya pada Senin (24/11), namun sayangnya, awak media belum berhasil mendapatkan tanggapan Bupati Kuansing terkait keberadaan kafe remang – remang di belakang komplek perkantoran Pemda Kuansing tersebut. Pada waktu itu Bupati sedang mengikuti acara dinas di luar kota. Ia menyarankan awak media untuk meminta konfirmasi atau tanggapan dari wakil Bupati Mukhlisin.

Baca Juga:  P-Maki NTB Bongkar Logika Sesat Kelangkaan Fiskal Kota Bima: "Bukan Kekurangan Uang, Melainkan Cara Berpikir yang Keliru

“Coba hubungi Bapak wakil Bupati,”tulis Bupati Kuansing Suhardiman Amby ketika diminta tanggapannya terkait keberadaan kafe remang – remang di belakang komplek perkantoran Pemda Kuansing.

Di satu sisi camat Kuantan Tengah Eka Putra mengatakan “kami sudah menunjukkan komitmen kami selalu camat Kuantan Tengah akan selalu mendukung Satpol PP dalam hal penegakan PERDA tentang pekat ini dan kami telah buktikan kemaren kami mendampingi Satpol PP sewaktu razia pada beberapa minggu yang lalu, ” Jelas nya

Kemudian, bergegas awak media langsung mengirim pesan konfirmasi kepada wakil Bupati Kuansing Mukhlisin, dengan mengirim pesan whatshap ke nomor pribadinya. Namun sampai berita ini tayang, konfirmasi tanggapan dari wakil Bupati Kuansing Mukhlisin tidak berhasil diperoleh. Upaya konfirmasi akan tetap ditunggu, untuk berita selanjutnya.

Keluhanan warga masyarakat terhadap keberadaan kafe remang -remang sebagaimana dileroleh awak media cukup banyak dan beragam. Mulai dari ibu – ibu yang kwatir anak dan suaminya terjangkit virus, ketagihan atau candu dunia malam yang dapat merusak rumah tangga, dan keluarga termasuk dapat merusak masa depan anak – anak generasi muda Kuansing. Karena, di kafe remang – remang itu selain tempat mabuk mabukan minuman beralkohol, dduga di tempat tersebut menjadi tempat peredaran gelap narkotika dan transaksi sek terselubung.

Miris, jika ini tidak ditindak tegas, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) rawan dan terganggu, dan masa depan generasi muda Kuansing dikawatirkan terjangkit oleh virus – virus berbahaya seperti HIV. Kepada media ini, warga yang menjadi sumber informasi media ini, memohon Bupati Kuansing melalui Satpol PP mengambil langkah tegas, tidak kompromi dengan siapa pun baik itu pemilik atau oknum yang berusaha diduga membeking tempat tempat maksiat tersebut.

” Iya, kami heran juga penertiban dari Satpol PP hanya sebatas teguran dan pembinaan, tidak menyentuh akar dan permasalahan yang di timbulkan oleh kegiatan dari kafe remang – remang tersebut, harusnya jangan ada kompromi dengan hal – hal yang nyata – nyata dapat merusak generasi muda Kuansing termasuk merusak citra daerah,” kata salah seorang warga Teluk Kuantan yang enggan dipublish nama pada Selasa (25/11/2025)***

Berita Terkait

Konferensi Pers Ungkap Kasus Pembunuan Berencana di Desa Gaung Asam
Analisis Mendalam dan Terstruktur Mengenai Fenomena Penolakan Masyarakat Terhadap Pengambilalihan Tanah untuk Proyek Pemerintah
Kapolda Sumsel Tegaskan Soliditas TNI-Polri Kunci Utama Kondusivitas Sumatera Selatan
Peguyuban Masyarakat Anti Korupsi Indonesia NTB Sorot Proyek SPAM Kota Bima: Potongan Harga 20% Dinilai Berisiko Turunkan Kualitas Layanan
Istiqomah Hingga Akhir di Lokasi Bencana, Tim UAR Jabar Terharu Tinggalkan Pasirlangu
Kamuflase Ojek di Pangkalan Terlibat Dalam Jaringan Kurir Narkoba 15 Kilogram di Asahan
Imam Plur Ragukan Pemenang Tender Ruang Rawat Inap RSUD kota bima, Tak Miliki SBU Gedung Kesehatan
Jama’ah Muslimin Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada 18 Februari 2026 Berdasarkan Rukyat Global
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:36

Konferensi Pers Ungkap Kasus Pembunuan Berencana di Desa Gaung Asam

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:09

Analisis Mendalam dan Terstruktur Mengenai Fenomena Penolakan Masyarakat Terhadap Pengambilalihan Tanah untuk Proyek Pemerintah

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:41

Peguyuban Masyarakat Anti Korupsi Indonesia NTB Sorot Proyek SPAM Kota Bima: Potongan Harga 20% Dinilai Berisiko Turunkan Kualitas Layanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:35

Istiqomah Hingga Akhir di Lokasi Bencana, Tim UAR Jabar Terharu Tinggalkan Pasirlangu

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:48

Kamuflase Ojek di Pangkalan Terlibat Dalam Jaringan Kurir Narkoba 15 Kilogram di Asahan

Rabu, 18 Februari 2026 - 03:39

Imam Plur Ragukan Pemenang Tender Ruang Rawat Inap RSUD kota bima, Tak Miliki SBU Gedung Kesehatan

Rabu, 18 Februari 2026 - 02:39

Jama’ah Muslimin Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada 18 Februari 2026 Berdasarkan Rukyat Global

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:31

Bhabinkamtibmas Polsek Tungkal Ilir Gencarkan Sosialisasi Program P2B Dukung Swasembada Pangan Nasional

Berita Terbaru