RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Kompik kaum: Mendesak Pengurus KAN Lolo untuk segera menyelesaikan persoalan Maha Gelar Kaum Suku Malayu

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 08:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok //TintaPos.Com// – Aksi demonstrasi kaum Suku Malayu Tuo di bawah Payuang Panji Angku Datuak Rajo nan Kayo mencuat sebagai bentuk protes atas sikap Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lolo yang dinilai abai dalam menangani sengketa sako di lingkungan kaum. Aksi ini berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB dan menjadi puncak kekecewaan yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian.

Sengketa gelar Sako Datuak Rajo nan Kayo sendiri telah bergulir sejak 2010. Kaum menilai gelar tersebut diambil secara sepihak oleh mantan wali nagari Lolo periode 2010–2016 tanpa memenuhi syarat sah secara adat, seperti pengakuan kaum, prosesi peresmian di hadapan publik, serta legitimasi garis keturunan matrilineal.

Di tengah konflik yang berlarut, peran KAN Lolo justru dipersoalkan. Selama lebih dari lima tahun masa jabatan, Ketua KAN disebut jarang terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan adat, termasuk sengketa yang dihadapi kaum Suku Malayu Tuo. Padahal, secara fungsi, KAN berperan sebagai lembaga adat yang memfasilitasi mediasi guna mendorong tercapainya perdamaian di tengah masyarakat.

Kaum juga menyoroti dalil yang selama ini beredar dari pihak mantan wali nagari, yakni klaim bahwa gelar sako diperoleh melalui “jawek di bawah polongan”. Namun, klaim tersebut dinilai tidak memiliki dasar kuat dalam ketentuan adat dan justru mencerminkan pengambilan kewenangan secara sepihak dengan memanfaatkan posisi kekuasaan saat itu. Hingga kini, yang bersangkutan disebut belum menunjukkan itikad untuk duduk bersama dalam musyawarah dengan anak kemenakan Suku Malayu Tuo.

Baca Juga:  Pisah Sambut Komandan Lanal Tolitoli, Pemkab Harapkan Sinergi Tetap Terjaga

Melalui aksi ini, anak kemenakan Angku Datuak Rajo nan Kayo menuntut hak mereka, terutama agar Ketua KAN Lolo segera memfasilitasi pertemuan sebagai langkah awal penyelesaian sengketa.

Perwakilan kaum, Edri Rahmansyah, S.T., menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang dirasakan.

“Aksi ini merupakan bentuk perlawanan dari anak kemenakan Angku Datuak Rajo nan Kayo yang asli terhadap pencurian gelar sako secara sepihak melalui kekuasaan. Kami menuntut agar maha gelar Datuak Rajo nan Kayo dikembalikan ke trah aslinya sesuai prinsip adat ‘buah karambia tumbuah di mato’. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami meminta Kerapatan Adat Nagari untuk menyetujui usulan kami batagak pangulu dan mendirikan empat jinih, duduk samo randah dan tagak samo tinggi,” ujarnya.

Dalam tuntutan tersebut, kaum secara tegas meminta pengembalian gelar sako ke posisi yang semestinya. Jika hal itu tidak dipenuhi, mereka menyatakan siap menempuh langkah adat dengan melaksanakan batagak gala atau pengangkatan penghulu secara mandiri, yang disebut telah disepakati kaum dan didukung oleh ranji sebagai dasar legitimasi adat.

Aksi ini sekaligus menjadi penegasan harapan kaum agar Ketua KAN Lolo segera mengambil langkah konkret, sehingga sengketa yang telah berlangsung lebih dari satu dekade ini dapat diselesaikan melalui mekanisme adat yang adil dan bermartabat.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru