Jember //TintaPos.Com// – Pada pekan ketiga Ramadan, peningkatan jumlah penumpang masih belum terlihat signifikan. Okupansi penerbangan FlyJaya Jakarta–Jember masih berada di kisaran 70-80 persen.
Kepala UPTD Pelayanan Jasa Kebandarudaraan Dishub Jember, Edy Purnomo, mengatakan saat ini Bandara Notohadinegoro melayani dua rute penerbangan.“FlyJaya melayani penerbangan dua kali seminggu setiap Selasa dan Kamis, sedangkan Wings Air tiga kali seminggu pada Senin, Rabu dan Jumat,” kata Edy, Selasa (17/3/2026).
Di antaranya maskapai FlyJaya rute Halim Perdana Kusuma Jakarta–Jember dan maskapai Wings Air rute Denpasar–Jember pulang pergi.Edy menjelaskan, pada kondisi normal sebelumnya tingkat keterisian penumpang FlyJaya berkisar 70-75 persen. Sementara rute Denpasar–Jember yang dilayani Wings Air berada di kisaran 50-60 persen.
“Sedangkan Wings Air tetap sekitar 50 hingga 60 persen. Jadi masih belum terlihat meningkat di awal Ramadan sampai pekan ketiga,” kata dia.Lonjakan penumpang baru mulai terlihat memasuki pekan keempat Ramadan. Pada penerbangan Wings Air rute Denpasar–Jember, seluruh kursi terisi atau kapasitas penuh sebanyak 72 penumpang.
“Untuk penerbangan dari Denpasar ke Jember penuh pada hari Senin ini, sedangkan dari Jember ke Denpasar ada 17 penumpang. Ini menunjukkan mulai ada peningkatan arus mudik,” ujarnya.
Berdasarkan data reservasi maskapai, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terus terjadi hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.Menurut Edy, lonjakan penumpang saat ini lebih banyak berasal dari luar daerah menuju Jember, baik dari Jakarta maupun Denpasar.
Tingkat keterisian kursi Wings Air pada penerbangan berikutnya diperkirakan berada di atas 90 persen. Sementara FlyJaya mencapai sekitar 90 hingga 95 persen.
“Hal tersebut diperkirakan berkaitan dengan mobilitas masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak bandara juga memastikan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas pelayanan selama periode mudik Lebaran.Pengawasan dilakukan bersama regulator dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara serta Otoritas Bandar Udara Juanda.
Pengawasan tersebut meliputi standar pelayanan bandara, keamanan penumpang dan bagasi, hingga pemantauan operasional maskapai.
Selain itu, Edy menyebut hingga saat ini belum ada kenaikan harga tiket pesawat pada rute yang dilayani di Bandara Jember.
“Kami juga terus memantau bersama maskapai terkait harga tiket dan pelayanan kepada penumpang,” katanya.
“Dengan mematuhi aturan yang ada, perjalanan akan lebih aman dan nyaman bagi semua penumpang,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara agar mematuhi seluruh ketentuan penerbangan, termasuk tidak membawa barang yang dilarang serta mengikuti prosedur keamanan dan antrean di bandara.(pal)






















