banyuwangi, //Tintapos.com// – Pertarungan menuju kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi kian hangat. Delapan nama mencuat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI, di Hotel Santika Banyuwangi, Minggu (5/4/2026).
Seluruh kandidat tersebut masih harus melewati serangkaian tahapan seleksi sebelum mengerucut menjadi nama definitif.
Uji Kompetensi dan Kepatutan (UKK) menjadi pintu berikutnya, dengan agenda tes psikologi serta wawancara yang melibatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB.
Rangkaian proses ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. UKK direncanakan digelar pada Mei 2026, dilanjutkan dengan pengumuman hasil pada Juni. Adapun penetapan kepengurusan dijadwalkan bertepatan dengan Hari Lahir PKB pada 23 Juli 2026.
Dengan mekanisme berjenjang tersebut, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP. Artinya, peta persaingan masih sangat dinamis dan terbuka bagi seluruh kandidat.
Di tengah dinamika itu, nama Dra. Hj. Ma’mulah Harun, M.Pd.I. menguat sebagai salah satu figur berpengalaman. Bagi internal partai berlambang bola dunia dengan dikelilingi sembilan bintang itu, ia bukan sosok baru, melainkan kader lama dengan rekam jejak panjang di partai maupun dunia politik.
Ma’mulah telah lama berkiprah, baik di struktur partai maupun di dunia legislatif, menjadikannya sebagai salah satu kandidat dengan pengalaman paling matang.
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur ini dikenal aktif mengawal isu-isu strategis, terutama yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Konsistensinya tersebut menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan politik.
Rekam jejaknya di internal PKB juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kader militan yang akrab dipanggil Nyai Ma’mulah ini pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Banyuwangi pada 1998–1999, serta Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur pada periode 2012–2017.
Pengalaman ini menunjukkan kedekatan sekaligus pemahamannya terhadap dinamika organisasi partai dari tingkat lokal hingga provinsi.
Di luar partai, Ma’mulah juga memiliki basis kuat di organisasi keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Korda Muslimat NU Besuki (2015–2022), aktif di PC Muslimat NU Banyuwangi hingga 2025, serta memimpin Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM) NU selama beberapa periode sejak tahun 2000.
Kiprah panjang ini memperkuat jejaring sosial dan kultural yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam kontestasi internal partai berbasis massa nahdliyin.
Dengan kombinasi pengalaman politik, jam terbang organisasi, serta jaringan akar rumput yang luas, Ma’mulah Harun memiliki modal yang cukup komplet. Ia merepresentasikan figur kader senior dengan loyalitas panjang dan rekam jejak teruji.
Namun, di tengah dorongan regenerasi di tubuh PKB, senioritas yang dimiliki Ma’mulah juga menjadi tantangan tersendiri.
Jalan menuju kursi Ketua DPC PKB Banyuwangi tidak akan mudah. Enam kandidat lain yang masuk dalam pemetaan DPP, ditambah satu nama usulan dari tingkat bawah, juga memiliki kekuatan dan basis dukungan masing-masing.
Faktor regenerasi, dinamika internal, serta kemampuan membangun komunikasi politik lintas struktur akan menjadi penentu dalam tahap-tahap selanjutnya.
(Tim)






















