KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Relawan UAR Harapkan Solusi Tepat dan Cepat Bagi Warga Sumberlangsep

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG //TintaPos.Com// – Masyarakat Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, kembali mempertanyakan rencana relokasi yang digulirkan pemerintah daerah pasca insiden Kali Regoyo pada Senin (23/2/2026). Warga menilai hingga kini belum ada langkah konkret, padahal wacana relokasi telah mencuat sejak erupsi besar Gunung Semeru pada 2021.

Salah satu warga yang menyuarakan keraguan tersebut adalah Ahmad Samiludin (54), relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Jawa Timur. Ahmad yang hampir setiap hari menyeberangi Kali Regoyo bersama relawan CB Motor dan warga tempat, mengharapkan pemerintah menghadirkan solusi yang tepat dan cepat bagi warga Sumberlangsep.

“Pemerintah sudah sejak beberapa tahun lalu merencanakan relokasi sekitar 154 kepala keluarga atau lebih dari 500 warga Sumberlangsep, tapi hingga kini belum terealisasi. Warga memerlukan solusi yang jelas, bukan sekedar wacana berulang, tepat dan cepat,” ungkap Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Dusun Sumberlangsep kini masuk dalam zona merah baru yang ditetapkan pemerintah daerah setelah erupsi besar Semeru pada akhir tahun 2025 lalu. Kawasan tersebut dinilai berisiko tinggi terdampak aliran lahar dan awan panas, terutama melalui jalur Kali Regoyo yang berhulu di puncak Semeru. Selain itu, jembatan penghubung utama warga telah hancur diterjang lahar beberapa bulan lalu, sehingga akses masyarakat menjadi terbatas dan rawan terisolasi.

Ahmad Samiludin yang tinggal di Desa Sumberwuluh, masih satu kecamatan dengan Sumberlangsep, menegaskan bahwa warga pada prinsipnya mengutamakan keselamatan. Namun, menurutnya, relokasi harus disertai kesiapan matang, mulai dari lahan, hunian tetap, hingga fasilitas umum penunjang kehidupan.

Relawan UAR yang tinggal paling dekat dengan Gunung Semeru itu, aktif memantau perkembangan aktivitas vulkanik sejak erupsi November 2025. Ia kerap membantu evakuasi serta distribusi bantuan di wilayah Candipuro dan sekitarnya, bahkan rutin mengirimkan video pemantauan kondisi Semeru kepada jaringan relawan.

Baca Juga:  Negara Lalai, Komodo Diperdagangkan: Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi

Sementara itu, dalam pertemuan bersama warga di Balai Desa Jugosari, Jumat (27/2), Pemerintah Kabupaten Lumajang di bawah kepemimpinan Bupati Indah Amperawati menyatakan bahwa relokasi dilakukan demi keselamatan warga, terutama keluarga yang memiliki anak sekolah mengingat peningkatan risiko bencana.

Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan relokasi warga Dusun Sumberlangsep di belakang Balai Desa Jugosari. Keterangan bupati kepada media menyebutkan, langkah tersebut diambil guna menjamin keselamatan warga dalam jangka panjang.

“Lahan sudah tersedia seluas 1,5 hektar. Nanti akan segera kita atur agar mencukupi untuk pembangunan hunian warga Sumberlangsep yang terdampak erupsi Semeru,” tutur Bupati Lumajang, Jum’at.

Meski demikian, sebagian warga berharap proses relokasi dilakukan secara transparan dan partisipatif. Mereka menginginkan dialog terbuka serta kepastian tahapan pelaksanaan agar tidak sekadar menjadi rencana yang terus berulang tanpa realisasi.

Relawan UAR pun berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang tepat, cepat, dan berpihak pada keselamatan sekaligus keberlangsungan hidup warga Sumberlangsep, sembari tetap memperhatikan kebutuhan mendesak di lokasi saat ini, termasuk akses infrastruktur, hunian sementara, dan fasilitas ibadah.

Hingga kini, aktivitas Gunung Semeru masih terus dipantau oleh berbagai pihak. Warga di sekitar kaki gunung diimbau tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras yang berpotensi memicu aliran lahar di sepanjang sungai berhulu di puncak Semeru. Beberapa warga dilaporkan pernah terjebak di tengah Kali Regoyo saat banjir lahar dingin tiba-tiba datang. [AM]

Berita Terkait

Sungai Ciliwung Kembali Telan Korban, Bocah 6 Tahun Dilaporkan Hanyut
Jemaah Haji di Bondowoso Sudah Terima Koper
Joni putra : dorong kegiatan kegiatan keagamaan di sariak Laweh
Perempuan Berani Bermimpi dan Harus Bergerak Nyata
“Desa Cantik” Untuk Sumenep
MUI Jawa Timur Kini Punya Nahkoda Baru Bernama Abd Halim Soebahar Sah
Pro-Kontra Kebijakan Verval Data Kemiskinan, Sejumlah Anggota DPRD Jember Tetap Dukung
Gerakan ASRI Pemerintah Banyuasin Bersama TNI–Polri dan Masyarakat Bersihkan Sungai Anak Gasing di Sukajadi Timur
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:04

Sungai Ciliwung Kembali Telan Korban, Bocah 6 Tahun Dilaporkan Hanyut

Selasa, 21 April 2026 - 14:46

Jemaah Haji di Bondowoso Sudah Terima Koper

Selasa, 21 April 2026 - 12:57

Joni putra : dorong kegiatan kegiatan keagamaan di sariak Laweh

Selasa, 21 April 2026 - 12:48

Perempuan Berani Bermimpi dan Harus Bergerak Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 12:47

“Desa Cantik” Untuk Sumenep

Selasa, 21 April 2026 - 11:37

Pro-Kontra Kebijakan Verval Data Kemiskinan, Sejumlah Anggota DPRD Jember Tetap Dukung

Selasa, 21 April 2026 - 11:36

Gerakan ASRI Pemerintah Banyuasin Bersama TNI–Polri dan Masyarakat Bersihkan Sungai Anak Gasing di Sukajadi Timur

Selasa, 21 April 2026 - 11:33

Bupati Murung Raya Tekankan Pelayanan Dukcapil

Berita Terbaru

Berita

Jemaah Haji di Bondowoso Sudah Terima Koper

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:46

Berita

Perempuan Berani Bermimpi dan Harus Bergerak Nyata

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:48

Berita

“Desa Cantik” Untuk Sumenep

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:47