Jember //TintaPos.Com// – Pengetatan itu dilalukan dengan menerapkan sterilisasi ruang ujian, penyegelan lokasi, hingga pemeriksaan peserta menggunakan metal detector sebelum masuk ruang nantinya.
Universitas Jember (Unej) memperketat sistem pengawasan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026, guna mencegah kecurangan.
Langkah ini menjadi fokus utama dalam uji coba nasional UTBK SNBT yang digelar pada 1–2 April 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian sesungguhnya pada 21–30 April mendatang.
Koordinator TIK Pusat UTBK Unej, Prof Bayu Taruna, menegaskan bahwa seluruh perangkat komputer dan jaringan telah diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada celah kecurangan berbasis teknologi.
“Pemeriksaan ini guna memastikan semua komputer bersih dari aplikasi lain selain aplikasi UTBK SNBT,” kata Bayu, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya pada perangkat, pengamanan juga dilakukan secara fisik dengan mensterilkan ruang ujian dua hari sebelum pelaksanaan dan menyegelnya hingga hari H.
Menurut Bayu, kunci ruang ujian akan disimpan oleh penanggung jawab lokasi untuk memastikan tidak ada akses tidak sah sebelum ujian dimulai.
Selain itu, teknisi TIK akan siaga penuh selama ujian berlangsung guna mengantisipasi segala bentuk upaya peretasan atau gangguan sistem.
“Panitia pusat juga sudah menyiapkan sistem operasi khusus yang akan dipakai di setiap perangkat komputer, oleh karena itu kami sudah melatih semua teknisi TIK agar bisa mengaplikasikan sistem operasi khusus ini,” ujar Bayu.
Pengawasan ketat juga diterapkan kepada peserta sejak sebelum memasuki ruang ujian. Setiap peserta akan diperiksa menggunakan metal detector serta barang bawaan yang mencurigakan akan diteliti guna mencegah penggunaan perangkat ilegal.
Antisipasi Kecurangan UTBK SNBT 2026, UNEJ Jember Perketat Pengawasan Ketua Pusat UTBK Unej, Prof Slamin, menyebut bahwa seluruh rangkaian pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan UTBK berjalan jujur dan lancar.
“Uji coba ini semacam gladi resik pelaksanaan UTBK SNBT, jadi semua perangkat dan pendukungnya kami pastikan berfungsi dengan baik,” kata Slamin.
Sementara itu, Rektor Unej, Iwan Taruna, mengingatkan pentingnya integritas seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026. “Saya meminta seluruh personel yang terlibat menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas serta mengikuti prosedur operasi baku yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Iwan juga meminta evaluasi ketat terhadap panitia berdasarkan kinerja tahun sebelumnya. “Jika dari evaluasi pelaksanaan di tahun lalu kinerjanya tidak memenuhi ketentuan, maka sebaiknya digantikan dengan personel lainnya,” pungkasnya.
Untuk memperkuat pengawasan, pihaknya juga melibatkan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) serta Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam evaluasi teknis hingga pengelolaan anggaran.(pal)






















