ket foto : Net/Ilustrasi
Kuansing //TingaPos.Com// – Gempar Lahan karet Seluas satu hektare di sewa 250 juta untuk di jadikan tempat aktivitas PETI di desa petapahan kecamatan Gunung Toar kabupaten Kuantan Singingi, Diduga Dekri menjadi pemodal untuk aktivitas ilegal tersebut.
Informasi yang diterima media ini bahwa aktivitas PETI di desa petapahan ini bukan soal mencari sesuap nasi lagi, tapi benar-benar untuk mencari keuntungan besar demi kepentingan pribadi dengan cara merusak lingkungan, yakni dengan menggunakan alat berat (Excavator) merk Cat. Jumat, 13/03/2026
“Kehancuran lingkungan disebabkan oleh ulah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab, Demi mencari keuntungan pribadi, mereka nekat Sewa lahan Karet seluas satu Hektare dengan harga pantastis yakni 250 juta untuk di jadikan lahan pertambangan ilegal., ” Jelas Bahrun (bukan nama sebenarnya)
Lanjut Bahrun “Tak tanggung tanggung aktivitas PETI di desa petapahan yang diduga milik Dekri menggunakan alat berat (Excavator) merk cat dijadikan alat untuk meng onggok bahan material yang kemudian akan di semprot (tembak) menggunakan mesin Robin, ” Tambahnya
kami minta aparat penegak hukum Polres Kuansing untuk bertindak cepat, Menangkap pelaku perusak lingkungan demi meraih keuntungan pribadi dan mengabaikan dampak negatif besar yang akan di Terima oleh masyarakat setempat.
Jangan sampai Aparat Penegak Hukum khususnya Polres Kuansing mengangap aktivitas ini tidak prioritas untuk ditindak, karena sudah banyak musibah yang dirasakan oleh masyarakat. Serta Jangan buat kami curiga kepada APH (Polres Kuansing) karena lancarnya pekerjaan Ilegal tersebut beraktivitas.






















