ACEH TAMIANG// TintaPos.Com//Tim relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) yang menggelar misi kemanusiaan lanjutan (tahap 2) di wilayah terdampak bencana Sumatera, mulai menyalurkan santunan buka puasa dan makan sahur bagi warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
Sebanyak 225 paket iftar (buka puasa) dan 220 paket makan sahur dibagikan pada Sabtu sore dan Ahad dini hari (21–22/2/2026) kepada warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru. Santunan tersebut diambil langsung oleh para warga yang mendapat kupon dari DKM Maunasah Asy-Syura Tanjung Karang.
“Alhamdulillah untuk iftar hari Ahad telah kami bagikan juga sebanyak 270 paket dan untuk sahur sekitar 150 paket,” ujar Koordinator Lapangan Tim UAR, Edi Wahyudi, dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Pembina UAR Wilayah Sumatera Utara & Aceh, Rustam Efendi Hasibuan, menambahkan bahwa pada Senin sore (23/2) tim DU kembali menyiapkan 400 paket santunan berbuka dan sahur dengan menu lontong, kurma, bakwan, nasi, soto, telur rebus dan kerupuk.
Tim UAR (sembilan personel) yang diberangkatkan dari Markas Pusat Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama tiga rekan dari Jambi pada 15 Februari 2026 menggunakan jalan darat, tiba di Aceh Tamiang pada Jumat (20/2). Kehadiran 12 personel relawan ini disambut antusias oleh masyarakat yang sebelumnya telah merasakan manfaat bantuan pada misi kemanusiaan tahap pertama.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Maunasah Asy Syura Desa Tanjung Karang yang dijadikan dapur umum (DU) penyantunan warga. Dari dapur umum inilah relawan UAR bersama ibu-ibu warga setempat menyiapkan paket makanan buka puasa dan sahur setiap hari secara terjadwal.
Korlap Tim UAR Edi Wahyudi mengatakan, selain di Aceh Tamiang, TIM Ukhuwah Al-Fatah Rescue juga akan membuka Dapur Umum di Takengon (Aceh Tengah). Ia bersama tujuh rekan relawan sudah berada di Bener Meriah berbuka puasa di kediaman ibu Irma salah seorang warga yang pernah tinggal di Cileungsi dan istirahat di rumah Huzaifah, salah satu anggota UAR yang tinggal di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah tim yang akan membuka Dapur Umum di Takengon sudah berada di Bener Meriah, dijamu buka puasa oleh ibu Irma. Malam ini tim beristrahat di tempat tinggal saya,” kata Huzaifah. Menurutnya, Selasa pagi (24/2) dia akan turut ke Takengon bersama ketujuh rekan tersebut: Edi Wahyudi, Surasman, Wanto, Yusuf, Ahmad, Fikri dan Misal.
Sementara itu, tim kesehatan yang terdiri dari empat personel menyusul pada Jumat malam (20/2) menggunakan Kapal KM Kelud melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Mereka tiba di Belawan, Medan, pada Senin (23/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum lanjut perjalanan ke Aceh Tamiang, tim kesehatan UAR juga singgah di Markas Tanjung Pura. Selepas Isya, tim lenjut perjalanan dan sampai di Posko Utama pukul 22.15 WIB, bergabung dengan 12 relawan yang telah lebih dahulu bertugas.
Empat personel tim kesehatan tersebut, tiga di antaranya baru kembali dari kegiatan amal sholih sebelumnya di Aceh, disiapkan untuk memperkuat program Ramadhan 1447 H. Selain santunan iftar dan sahur, tim UAR juga merencanakan pembangunan kembali hunian sementara (huntara) serta penyempurnaan huntara yang telah dibangun pada misi kemanusiaan sebelumnya, guna memastikan para penyintas memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Melalui amal sholih berkelanjutan bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) ini, Tim UAR berharap kehadiran mereka bukan hanya meringankan beban kebutuhan pangan saat Ramadhan, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan, ukhuwah dan kepedulian bagi warga yang tengah bangkit dari musibah. [AM].






















