RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Usut Duga’an Kejahatan Agraria di kawasan kolam retensi Amahami, LATSKAR Laporkan Ke Kejati NTB

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima //Tintapos.Com// – 07 Februari 2026, sabtu, mengusut duga’an kejahatan Pertanahan di Kawasan Amahami untuk kegiatan proyek kolam retensi bagian dari program National Urban Flood Resilience Program (NUFReP) yang didanai Bank Dunia resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat Oleh Lembaga Transparansi dan kebijakan Anti Korupsi (LATSKAR)

Meski kontrak pekerjaan telah resmi ditandatangani di Kantor BBWS NTB I pada 7 Januari 2026, kini mencapai Ancaman serius, menyusul dugaan kuat adanya penyimpangan aset daerah yang melibatkan mafia tanah., kelalaian pemerintah kota Bima dalam mengamankan aset negara.

Dalam Laporan tersebut menyoroti munculnya Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas lahan yang telah diperuntukkan sebagai proyek publik pengendalian banjir.

Ironisnya, laporan ini muncul di tengah fakta dan Bukti lapangan Bahwa Pada Areal Disposal Status kepemilikan Areal Tanah Untuk Kolam retensi, dengan adanya Surat Dukungan Pemerintah Kota Bima yang menjamin terhadap pemanfaatan kawasan Amahami untuk pembangunan kolam retensi, serta keberadaan Naskah Hibah Aset yang menegaskan penyerahan dan penggunaan lahan untuk kepentingan Proyek negara/daerah.

Namun demikian, meski telah ada dokumen resmi berupa surat dukungan, naskah hibah maupun Data Aset yang di serah terimahkan dengan pihak BWS NT 1.

Pemerintah kota Bima, dinilai lalai melakukan pengamanan aset, baik secara administrasi pertanahan maupun secara fisik di lapangan. Kelalaian ini membuka ruang terbitnya klaim kepemilikan dan sertifikat  SHM) di atas lahan yang seharusnya steril dari penguasaan privat.

“Adanya surat dukungan dan naskah hibah justru mempertegas bahwa pemerintah mengetahui status dan peruntukan lahan tersebut. Tetapi fakta di lapangan menunjukkan tidak ada langkah tegas untuk mengamankan aset negara,” tegas Imam Plur.

Baca Juga:  Rotasi Pimpinan Bakamla Bitung: Dansatrol Bitung Kodaeral VIII Tegaskan Sinergi TNI AL Dan Bakamla Jaga Kedaulatan Laut

Secara hukum, tanah yang telah dihibahkan bagi kepentingan umum wajib diamankan oleh pemerintah. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria, yang menegaskan fungsi sosial tanah, serta kewajiban negara menjamin pemanfaatannya untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

Selain kelalaian eksekutif, publik juga menyoroti ketidaktransparanan DPRD Kota Bima, khususnya terkait Panitia Khusus (Pansus) Kolam Retensi Amahami. Hingga kini, tidak ada penjelasan terbuka mengenai hasil kerja Pansus, termasuk sikap DPRD terhadap keberadaan surat dukungan pemerintah, Data Aset dan naskah hibah aset kolam retensi Amahami.

imam plur, menegaskan agar pemerintah kota bima segera melakukan uji keabsahan alas hak tanah secara autentik, termasuk menelusuri hubungan antara sertifikat (SHM) yang terbit dengan adanya dokumen hibah, Data Aset dan surat dukungan resmi dari pemerintah untuk kawasan proyek tersebut. Uji ini dinilai penting untuk memastikan kepastian hukum serta mencegah potensi kerugian negara yang lebih besar.

Kelalaian pemerintah kota bima dalam mengamankan Aset negara terlebih ketika telah Ada Dokumen hibah, Data Aset pemerintah dan surat dukungan resmi, bukan alasan penghapus tanggung jawab hukum. Dalam hukum administrasi dan tipikor, pembiaran yang menimbulkan kerugian negara dapat dimintai pertanggungjawaban.

Imam plur mengatakan kami telah melaporkan secara resmi masalah ini langsung di terima oleh Bapak “Hendar” Bagian Kasi Pidsus Kejati NTB saat menggelar Aksi Demonstrasi laporan kasus Reklamasi Super blok Amahami pada Senin 02/02/2026, guna mengusut persoalan ini secara serius dan menyeluruh, serta mendorong Pemkot Bima dan DPRD untuk bersikap terbuka, konsisten, dan bertanggung jawab dalam melindungi aset negara di kawasan Amahami demi kepentingan publik dan keselamatan warga.
Red.

Berita Terkait

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 11:11

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU GONCANGKAN DIKPORA DAN BKPSDM KOTA BIMA: TEGAKKAN HUKUM TERHADAP OKNUM GURU YANG JADI RENTENIR ILEGAL

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:37

BAPEKA-NTB: BERDASARKAN DATA BPJS KETENAGAKERJAAN BIMA — PT PRIBUMI CAHAYA AGUNG UTAMA HANYA BERI 2 DARI 4 PROGRAM JAMINAN SOSIAL, ANCAMAN PENUTUPAN OPERASIONAL

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:34

FIRGIAWAN, S.H. – WUJUD IMPIAN DAN PERJUANGAN, BERKAT DOA DAN PENGORBANAN ORANG TUA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:22

KETUA RT WINDRA KECEWA: LURAH TIDAK TEGAS SANKSI PENYIMPANGAN KOORDINATOR EL, SEAKAN MEMBERIKAN RUANG PENGAMBILAN JABATAN

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:48

Proyek Rp344 Juta Tanpa Papan, Lalu Ditempel di Pohon — BAPEKA-NTB: Itu Melanggar Semua Aturan.Di Sorot Pinjam Perusahaan

Berita Terbaru