KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

DPRD Kuansing

Pj Kades Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya H. Bahasa, A. Md

Excavator Diduga Milik Iyus Diamankan BKSDA Riau di Kawasan Suaka Margasatwa Kuansing

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 15:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing //TintaPos.com// – Aparat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Resort Petai kembali menunjukkan keseriusannya dalam menindak aktivitas ilegal di kawasan konservasi. Pada Selasa sore, 2 September 2025, tim BKSDA berhasil mengamankan satu unit alat berat jenis excavator merek Sumitomo berwarna kuning yang diduga milik seorang berinisial Iyus.

Penangkapan dilakukan di kawasan Suaka Margasatwa Desa Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi. Selain alat berat, BKSDA juga mengamankan seorang kernet di lokasi, sementara operator excavator berhasil melarikan diri sebelum diamankan petugas.
Konfirmasi Pihak BKSDA
Kepala Resort Petai (Bukit Rimbang) BKSDA Riau, Oki Novrianto, S.H., saat dikonfirmasi media ini, enggan memberikan keterangan lebih jauh dan hanya mengarahkan agar awak media menghubungi atasan langsungnya, yaitu Kabid KSDA Wilayah I BKSDA Riau, Amri, S.H., M.Hum.

“Langsung aja ke Pak Amri, Om,” balas Oki singkat melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BKSDA Riau terkait kasus penangkapan alat berat tersebut.

Suaka Margasatwa Kawasan yang Dilindungi
Suaka Margasatwa Bukit Rimbang–Baling yang mencakup wilayah Kuansing, Kampar, dan sekitarnya, merupakan kawasan hutan konservasi dengan status perlindungan ketat. Setiap aktivitas perambahan, pembukaan lahan, maupun penggunaan alat berat di kawasan ini dilarang keras dan melanggar hukum.
Perlu diketahui, Suaka Margasatwa ini merupakan habitat penting bagi berbagai satwa dilindungi, termasuk harimau sumatera, tapir, dan beruang madu. Aktivitas ilegal dengan menggunakan alat berat bukan hanya merusak ekosistem, namun juga mengancam kelestarian satwa yang berada di dalamnya.
Sorotan Publik: Kejahatan Lingkungan Luar Biasa
Praktik perusakan kawasan konservasi dengan menggunakan alat berat sering kali dikaitkan dengan kepentingan bisnis hitam yang melibatkan pemilik modal maupun pemilik lahan. Oleh karena itu, masyarakat berharap BKSDA Riau tidak hanya berhenti pada penyitaan excavator dan penangkapan kernet semata, namun juga mengejar operator yang kabur serta mengungkap aktor intelektual di balik aktivitas ilegal tersebut.
Pemerhati lingkungan menyebutkan, kejahatan terhadap lingkungan merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya merusak keanekaragaman hayati, tetapi juga mengganggu fungsi ekologis hutan yang menjadi sumber air, pengendali iklim, dan penopang hidup masyarakat sekitar.
Desakan Transparansi dan Tindakan Tegas
Publik kini menanti ketegasan BKSDA Riau untuk segera memberikan penjelasan resmi. Selain itu, aparat penegak hukum diharapkan ikut turun tangan untuk memproses hukum pemilik alat, pemilik lahan, maupun pihak yang diduga membekingi kegiatan ilegal tersebut.
Kasus ini akan menjadi tolak ukur keseriusan BKSDA Riau dan aparat terkait dalam melindungi kawasan konservasi dari ancaman perambahan dan eksploitasi liar.(AF)

Baca Juga:  BUMDes Surya Amanah Pulau Busuk Jaya Bangkit dengan Penuh Harapan di Tangan Pengurus Baru

Berita Terkait

Konferensi Pers Ungkap Kasus Pembunuan Berencana di Desa Gaung Asam
Analisis Mendalam dan Terstruktur Mengenai Fenomena Penolakan Masyarakat Terhadap Pengambilalihan Tanah untuk Proyek Pemerintah
Kapolda Sumsel Tegaskan Soliditas TNI-Polri Kunci Utama Kondusivitas Sumatera Selatan
Peguyuban Masyarakat Anti Korupsi Indonesia NTB Sorot Proyek SPAM Kota Bima: Potongan Harga 20% Dinilai Berisiko Turunkan Kualitas Layanan
Istiqomah Hingga Akhir di Lokasi Bencana, Tim UAR Jabar Terharu Tinggalkan Pasirlangu
Kamuflase Ojek di Pangkalan Terlibat Dalam Jaringan Kurir Narkoba 15 Kilogram di Asahan
Imam Plur Ragukan Pemenang Tender Ruang Rawat Inap RSUD kota bima, Tak Miliki SBU Gedung Kesehatan
Jama’ah Muslimin Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh Pada 18 Februari 2026 Berdasarkan Rukyat Global
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:00

Wabup Ingatkan Rancangan Awal RKPD 2027 Murung Raya harus Berbasis Penguatan Ekonomi Lokal

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:32

Bupati Bogor Hijaukan Kembali Kawasan Pakansari Pasca Puting Beliung

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:16

Bupati Bima Temui Pangkormar, Jajaki Pembangunan Batalyon Marinir di Wilayahnya

Senin, 16 Februari 2026 - 12:35

Rajai Klasemen, PSP Padang Bungkam PSPP Padang Panjang 3-2

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:20

Bupati Bogor Gerak Cepat Tinjau Langsung Lokasi Puting Beliung di Pakansari

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:16

Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby, Tunjukan Komitmennya dalam Mendengar Langsung Aspirasi Masyarakat saat Menghadiri Kegiatan Melayur Jalur Jitu Kuantan

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:07

Bupati Deli Serdang “Gas Full” 2 Pejabat Dinas Pendidikan, Isu Dugaan Pungli Bayangi Pelantikan Ratusan Kepala Sekolah dan Pengawas

Senin, 9 Februari 2026 - 09:15

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Doni Aprialdi, SH., MH, memimpin apel Pagi

Berita Terbaru