Kuansing //TintaPos.Com // Suasana Desa Seberang Pulau Busuk Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi, tampak semarak pada Rabu (08/10/25). Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Jaya menggelar panen raya jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Jum’at, 31/10/2025.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata keberhasilan BUMDes dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat sektor pertanian lokal.
Panen raya tersebut dihadiri oleh Bupati Kuansing Suhardiman Amby, staf ahli Syamsir alam, Ahmad Heri, Plt kadis PMD Dody fitrawan, Sekdis Holtikultura Novrion, Kabid dinas holtikultura Yepnedi, Camat Inuman Zamri, Danramil, Kapolsek di wakili subsektor Inuman, bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa serta perangkat, ketua BPD Serta anggota, direktur BUMDES serta pengurus, tokoh masyarakat serta masyarakat seberang pulau busuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diawali dengan doa bersama yang di bacakan langsung oleh direktur Bumdes Mekar Jaya.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby dalam sambutannya, mengapresiasi kinerja BUMDes dan pemerintah desa yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa melalui sektor pertanian.
“BUMDes Mekar Jaya menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya slogan, tapi bisa diwujudkan dari desa dengan semangat gotong royong,” ujarnya.
Serta juga mengapresiasi peran PPL dalam kesuksesan program ketahanan pangan jagung pipil ini.
“Semoga semua dapat saling bekerjasama untuk kepentingan bersama,” harap orang nomor satu di Kuansing
Sementara itu, Kepala Desa Seberang Pulau Busuk Agus menyebut panen jagung kali ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat setempat serta tak terlepas dari peran PPL yang selalu hadir.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya manusia secara optimal,” katanya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes Mekar Jaya tak hanya berfokus pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga mendorong diversifikasi hasil pertanian agar ekonomi warga lebih berdaya tahan terhadap fluktuasi harga pasar.
Dengan melihat jagung yang akan dipanen, kami merasa bangga dan puas, serta sukses pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat desa.tutupnya**”



















