RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

GEMPAR TRAKTOR DITUDING JUAL 170 DI DOMPU, KADIS BILANG BRIGADE DINAS, KELOMPOK TANI KLAIM MILIK LAMBU

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 05:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bima, NTB //TintaPos.Com// –
Heboh! Sebuah unit traktor program tahun 2025 merek Maki warna merah maron, bersumber dari dana aspirasi DPR fraksi Partai PAN, diduga kuat hilang dan diperjualbelikan secara ilegal. Aset negara ini diduga dijual oleh oknum pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Bima ke Kabupaten Dompu dengan nilai transaksi mencapai Rp 170.000.000,-.

Informasi mengejutkan ini diungkapkan oleh sumber terpercaya yaitu Ketua Investigasi Dompu berinisial “Na” kepada Ketua Umum Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (BAPEKA-NTB).

“Traktor itu dibawa ke daerah Dompu sekitar jam 12 malam dua hari yang lalu secara sembunyi-sembunyi. Dan berdasarkan informasi yang kami terima, unit tersebut sudah ditemukan keberadaannya di salah satu desa di wilayah Dompu,” ungkap sumber

Saat diwawancarai langsung di kantornya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Ir. Muh. Natsir, sempat menyatakan:

“Saya tidak mau tahu soal anggaran tahun-tahun kemarin, karena pada saat itu bukan pada masa saya menjabat. Tapi saya akan koordinasi dengan Kepala Bidang terkait.”

Namun pernyataan tersebut langsung dibantah dan dikoreksi oleh Wartawan yang mewawancarainya.

“Maaf Bapak, itu tidak bisa dijadikan alasan. Karena prinsip kepemimpinannya, tugas dan tanggung jawab pimpinan instansi terkait itu adalah tetap tanggung jawabnya, baik itu program sebelum maupun sesudah Bapak menjabat.”

Mendengar koreksi tersebut, Kadis Natsir akhirnya menegaskan status aset tersebut:

“Traktor tersebut merupakan aset resmi negara yang masuk dalam data pengelolaan Brigade Dinas, bukan barang pribadi yang bisa diperjualbelikan. Alat ini juga dilengkapi teknologi GPS Satelit yang seharusnya bisa dimatikan sistemnya dari pusat secara jarak jauh.”

Bantahan wartawan tersebut sangat tepat secara hukum. Berdasarkan prinsip “Continuïteit van Bestuur” (Kesinambungan Pemerintahan) serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, seorang Kepala Dinas memiliki kewajiban mutlak mengamankan seluruh aset negara.

Tanggung jawab pimpinan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan, tidak bisa beralasan “bukan masa saya” karena aset tersebut ada di bawah penguasaannya saat ini.

Hal ini diperkuat lagi melalui pesan WhatsApp saat dimintai keterangan perkembangan kasus. Dalam pesannya, Kadis Natsir mengaku sudah menanyakan ke bawahannya namun hasilnya nihil.

Baca Juga:  Pasangan Suami Istri Dapat Ancaman dan Peneroran Oleh Oknum diduga Rentenir

“Www sy sdh tanya kabidx dia jg tdk tau barang itu keluar, dan sy sdh perintahkan kabidx telusur ke gudang kalo mmng sdh keluar dmn posisi barangx dan siapa yg keluarkan mhn bersabar dik ”

Lebih lanjut, Natsir menegaskan langkah tegas yang akan diambil:

“Kalo mmng sdh keluar nanti kita minta pusat matikan sistimx”

Pernyataan via WhatsApp di atas semakin memperkuat fakta bahwa barang tersebut masih tercatat dalam data inventaris Gudang dan memang merupakan aset milik Brigade Dinas.

MUNCUL KLAIM BERBEDA: DIKLAIM MILIK LAMBU, DISEWAKAN BUKAN DIJUAL

Namun dalam pernyataan terpisah, muncul versi cerita yang berbeda. Ada pihak yang mengklaim bahwa traktor tersebut adalah milik Kelompok Tani di Kecamatan Lambu.

Menurut pengakuan PPL Kecamatan Lambu berinisial MN, serta pernyataan perwakilan Kelompok Tani yang tidak disebutkan namanya, mereka mengakui bahwa aset tersebut memang milik Kelompok Tani Kecamatan Lambu.

Mereka juga mengakui bahwa saat ini traktor tersebut sedang disewakan kepada warga Dompu, sesuai dengan mekanisme tanggung jawab Brigade atau pengelola. Namun mereka menegaskan bahwa traktor tersebut tidak diperjualbelikan.

 

TANGGAPAN BAPEKA: TIDAK MUNGKIN SEWA SEHARGA 170 JUTA

Menanggapi berbagai versi yang beredar, Ketua Umum BAPEKA-NTB, H. Tasrif, memberikan tanggapan tegas. Ia menilai sangat tidak masuk akal jika kejadian ini murni pencurian atau peminjaman biasa.

“Menurut saya, tidak mungkin alat tersebut dipersewakan dengan nilai angka yang setinggi itu, dan juga tidak mungkin traktor itu hilang karena dicuri oleh pihak luar. Dugaan kuat kami, ini adalah ulah oknum dari pihak internal Dinas Pertanian sendiri,” tegas Tasrif.

Lebih lanjut Tasrif menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mengusut tuntas kasus ini sampai ke meja hijau agar pelaku bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, BAPEKA-NTB akan terus mendalami kasus ini demi kepastian hukum dan pengembalian aset milik masyarakat Kabupaten Bima.

Red.
(Kaperwil TP-NTB).

Berita Terkait

KASUS REKLAMASI AMAHAMI: TINGGAL TUNGGU PENETAPAN TERSANGKA, SUDAH MENJADI ATENSI KEJATI NTB DAN KEJAGUNG.
BEM Ungkap Keterkaitan Tio vs Mantan Jendral
Program Zero ODOL,Di Mulai 1 Januari 2027
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 H di Cibinong
Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby Dukungan dan Sinergi bersama Pemprov Riau Pelaksanaan MTQ diharapkan Berjalan Sukses
Pembangunan Astaka Utama MTQ Riau ke 44 Hampir Rampung
Untuk Lancarnya MTQ ke 44 tingkat Provinsi Riau, BPBD Kuansing Telah Siapkan Personel Siaga
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:49

KASUS REKLAMASI AMAHAMI: TINGGAL TUNGGU PENETAPAN TERSANGKA, SUDAH MENJADI ATENSI KEJATI NTB DAN KEJAGUNG.

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:35

BEM Ungkap Keterkaitan Tio vs Mantan Jendral

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:26

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00

Program Zero ODOL,Di Mulai 1 Januari 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:58

Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby Dukungan dan Sinergi bersama Pemprov Riau Pelaksanaan MTQ diharapkan Berjalan Sukses

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:33

Pembangunan Astaka Utama MTQ Riau ke 44 Hampir Rampung

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:16

Untuk Lancarnya MTQ ke 44 tingkat Provinsi Riau, BPBD Kuansing Telah Siapkan Personel Siaga

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:09

Jelang MTQ 44 Riau, 10 Cabang Lomba Siap Dipertandingkan di Teluk Kuantan

Berita Terbaru

Berita

BEM Ungkap Keterkaitan Tio vs Mantan Jendral

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:35

Berita

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:26

Berita

Program Zero ODOL,Di Mulai 1 Januari 2027

Selasa, 16 Jun 2026 - 08:00