Jakarta //TintaPos.Com// – Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya pemberitaan dan serangan media yang diduga ditujukan kepada mantan Kapolres Bukittinggi, yang sebelumnya dikenal memiliki komitmen kuat dalam mengungkap praktik penyaluran minyak ilegal di wilayah Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penelusuran tim investigasi, terdapat indikasi kuat adanya upaya sistematis untuk melemahkan dan mencemarkan aparat penegak hukum yang terlibat dalam upaya pemberantasan aktivitas perdagangan minyak tidak sah.
Selain itu, ditemukan pula jejaring aktivitas ekonomi tidak transparan yang diduga terkait dengan peredaran minyak, tambang, dan aset kendaraan sewaan di sejumlah daerah.
Aliansi menegaskan bahwa:
1. Upaya pemberantasan praktik ilegal harus didukung sepenuhnya oleh masyarakat dan media, bukan justru dihambat melalui pemberitaan yang bersifat serangan personal.
2. Aparat hukum yang berintegritas perlu dilindungi dari tekanan, kampanye hitam, dan manipulasi informasi.
3. Semua pihak yang merasa dirugikan atau mengetahui adanya penyalahgunaan kewenangan agar melaporkan secara resmi ke lembaga penegak hukum, bukan melalui opini publik yang tidak berdasar.
Rilis ini dimaksudkan untuk menjaga netralitas, profesionalitas, dan keberanian aparat dalam menegakkan hukum serta untuk mendorong transparansi di sektor energi dan sumber daya alam di Sumatera Barat.***
























