Banyuwangi,//Tintapos.com// – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tercatat sebesar 74,30 pada 2024 naik menjadi 75,17 pada 2025, dan capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah setempat.
IPM Banyuwangi meningkat dari 74,30 pada tahun 2024 menjadi sebesar 75,17 pada tahun 2025, realisasi ini telah melebihi target yang ditetapkan, dengan capaian sebesar 100,40 persen,” kata dia di Banyuwangi, Rabu.
Selain itu, lanjut Ipuk, angka kemiskinan juga terus turun tiap tahunnya dan persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025.
Sementara Indeks Gini atau rasio ketimpangan, kata dia, juga menunjukkan perbaikan dan nilainya turun dari 0,312 pada 2024 menjadi 0,290 pada 2025.
Dari sisi ekonomi, menurut Ipuk, Banyuwangi mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada 2025, atau meningkat dari 4,68 persen pada 2024.
“Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menjadi capaian pertumbuhan tertinggi selama periode 2021-2025, realisasi 2025 juga telah melebihi target yang ditetapkan, dengan capaian sebesar 115,31 persen,” kata Ipuk.
Bupati Ipuk mengatakan telah memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 di DPRD setempat.
“Penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun anggaran 2025 telah berakhir, kami selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD melalui rapat paripurna kemarin,” kata dia.
Ipuk menambahkan, di sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif, jumlah kunjungan wisatawan Nusantara meningkat dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang pada 2025, dan kunjungan wisatawan mancanegara juga naik dari 122,90 ribu orang menjadi 166,99 ribu orang pada periode yang sama.
Sepanjang 2025, Banyuwangi juga meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional, di antaranya penghargaan Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam penilaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2024.
Predikat Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
Di bidang digitalisasi pemerintahan, Banyuwangi mencatat indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 4,87, yang menempatkannya sebagai pemerintah daerah terbaik di Indonesia.
“Semua ini merupakan hasil kinerja dan sinergi pemerintah daerah beserta DPRD, serta seluruh jajaran Forkopimda, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta semua elemen masyarakat Banyuwangi,” kata Ipuk.
(Tim)





















