Tolitoli, //Tintapos.com// – Warga Desa Bilo, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, menyampaikan keluhan terkait ketidaktepatan data penerima bantuan sosial (bansos). Sejumlah warga menilai masih terdapat penerima yang tidak memenuhi kriteria, termasuk nama warga yang telah meninggal dunia atau pindah domisili, sementara warga kurang mampu belum terdata.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan edukasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Rabu (8/4/2026) di Desa Bilo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akurasi data sebagai dasar penyaluran bansos.
Kegiatan diikuti oleh aparat desa dan masyarakat, baik penerima bantuan, warga yang belum menerima, maupun yang bantuannya telah dihentikan. Pelaksanaan kegiatan juga bertepatan dengan Musyawarah Desa (Musdes) sebagai forum pengusulan dan pembaruan data penerima bantuan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, Tri Wahyudi, menjelaskan bahwa pengusulan bansos harus melalui mekanisme Musdes yang dilengkapi dengan dokumen pendukung. Data tersebut kemudian diinput melalui sistem yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa DTSEN menjadi acuan utama dalam penentuan penerima bansos. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam memastikan keakuratan data dinilai sangat penting agar bantuan tidak salah sasaran.
Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, Arifuddin Biki, turut memaparkan mekanisme pembaruan data kepada peserta. Sementara itu, perwakilan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia menjelaskan hak dan kewajiban penerima bantuan.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan berbagai persoalan terkait data bansos. Dinas Sosial kemudian melakukan penelusuran awal terhadap data yang dipermasalahkan serta menjelaskan bahwa penentuan penerima menggunakan basis data yang diolah oleh Badan Pusat Statistik.
Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki data bansos. Dengan data yang akurat, penyaluran bantuan diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.






















