KOTA BIMA, //TintaPos.Com// – SENIN (9 FEBRUARI 2026) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima mendorong seluruh pihak terkait untuk segera melaksanakan Program MAI KAKURA dalam pengelolaan sampah organik. Langkah ini berdasarkan Surat Edaran Nomor: 100.3.4/705/XII/2025, yang ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Bima, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI, Polri, serta seluruh badan dan lembaga vertikal di wilayah Kota Bima.
Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa percepatan implementasi program ini menjadi langkah strategis untuk mengendalikan timbulan sampah, mengingat sampah organik merupakan penyumbang terbesar volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Melalui Surat Edaran MAI KAKURA, kami menegaskan agar seluruh instansi melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber serta mengolah sampah organiknya secara mandiri. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kota Bima,” ujar Syahrial.
Program MAI KAKURA bertujuan untuk mengurangi beban pengangkutan sampah dan beban kapasitas TPA, menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan sehat, serta mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Selain itu, program ini juga diharapkan menghasilkan manfaat ekologis dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos atau media tanam yang bermanfaat.
“Keberhasilan Program MAI KAKURA sangat bergantung pada konsistensi dan komitmen setiap instansi dalam menjalankan ketentuan yang telah diatur. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak lagi hanya fokus pada penanganan di hilir, tetapi dimulai dari hulu melalui pemilahan dan pengolahan mandiri,” tambahnya.
Bagi yang membutuhkan panduan teknis pelaksanaan, cara pembuatan dan penerapan MAI KAKURA dapat diakses melalui petunjuk teknis (juknis) pada tautan resmi: bit.ly/JuknisMAIKAKURA.
DLH Kota Bima berharap dengan percepatan pelaksanaan Program MAI KAKURA, dapat terbangun sinergi lintas sektor dalam pengelolaan sampah dan mendukung terwujudnya Kota Bima yang bersih, asri, dan berkelanjutan.
Red.(Adim)
























