Tolitoli, //Tintapos.com// – Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap peredaran pupuk dan pestisida di wilayah perbatasan. Hal tersebut disampaikan usai kegiatan konsultasi di Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian RI, pada Kamis, 9 April 2026.
Menurut Jemi Yusuf, Kabupaten Tolitoli memiliki posisi strategis sebagai daerah terluar dengan akses jalur distribusi melalui sejumlah pelabuhan. Kondisi ini dinilai meningkatkan potensi masuknya pupuk dan pestisida ilegal ke wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, keberadaan pelabuhan seperti Pelabuhan Dede, Dermaga Ferry Tanjung Batu, dan Pelabuhan Tradisional Haji Hayun menjadi jalur keluar-masuk barang yang perlu diawasi secara ketat.
Dalam konteks tersebut, Jemi Yusuf menilai peran Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) perlu dioptimalkan. KP3 memiliki fungsi untuk memastikan legalitas produk, menjaga mutu, serta mencegah peredaran bahan berbahaya dan beracun.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan pengawasan. Menurutnya, pengawasan yang efektif memerlukan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, dan instansi terkait.
Jemi Yusuf juga menyampaikan bahwa adanya alokasi anggaran KP3 dari pemerintah pusat pada tahun 2026 diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan di daerah.
Ia menegaskan bahwa pengawasan pupuk dan pestisida memiliki dampak langsung terhadap produktivitas pertanian serta kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, langkah penguatan pengawasan dinilai penting untuk melindungi kepentingan petani.
Upaya ini diharapkan dapat mencegah peredaran produk ilegal serta memastikan ketersediaan pupuk dan pestisida yang aman dan sesuai standar bagi masyarakat.






















