Masyarakat Lipat Kain Geram, PT YBS Dinilai Abai terhadap Lingkungan dan Sosial

- Penulis

Senin, 21 Juli 2025 - 16:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR KIRI, RIAU //TintaPos.Com// – Aksi Unjuk Rasa Forum Pemuda Kenegerian Lipat Kain Gagal, PT Yuni Bersaudara Sejahtera Dinilai Arogansi dan Egois.

Ya, aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Pemuda Kenegerian Lipat Kain pada Senin (21/07/2025) di depan PT Yuni Bersaudara Sejahtera (YBS) di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, berakhir tanpa hasil.

Ketua Forum Pemuda Kenegerian Lipat Kain, Angki Mei Putra SH, menyayangkan sikap arogansi dan egois dari Direksi dan Manajemen PT YBS. Menurutnya, tuntutan yang disampaikan oleh forum tersebut merupakan curahan hati masyarakat yang terdampak oleh aktivitas perusahaan.

Tuntutan tersebut telah disampaikan kepada perwakilan PT YBS, Fernando, pada pertemuan tanggal 14 Juli 2025. Bahkan, Polres Kampar melalui Satuan Intelkam Polres Kampar juga telah melakukan mediasi.

PT YBS bersedia menghadirkan pemutus kebijakan, namun hasilnya nihil setelah berhadapan diforum massa aksi yang dihadiri oleh Limbong selaku Menejer PT YBS didampingi Humas/Legal PT YBS, Fernando. “Terkesan PT Yuni Bersaudara Sejahtera memang tertutup terhadap perhatian sosial dan lingkungan masyarakat,” kata Angki.

Aturan yang dilanggar oleh PT YBS mencakup beberapa aspek, di antaranya:

1. *Pengelolaan Limbah*: PT YBS diduga tidak mengelola limbah sesuai dengan standar yang ditetapkan, sehingga berdampak negatif pada lingkungan sekitar.
2. *Penerimaan Tenaga Kerja*: Perusahaan dinilai tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal dan tidak memenuhi standar ketenagakerjaan yang berlaku.
3. *Dampak Lingkungan*: Aktivitas PT YBS berdampak pada lingkungan sekitar, sehingga masyarakat merasa perlu untuk menyampaikan tuntutan.

Baca Juga:  Perusahaan Manajemen Olahraga Korea Selatan Bidik Potensi Sport Tourism di Banyuwangi

Dengan tidak adanya hasil dari aksi unjuk rasa ini, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak perusahaan dan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.

“Masyarakat sepakat, akan memblokade akses di Jalan Kenegerian Lipat Kain atas hasil pengolahan dari operasional pabrik kelapa sawit yang keluar dari PT.YBS sampai masyarakat mendapatkan keputusan dengan segera. Dan dalam waktu dekat, kita akan kembali menggelar yang lebih spektakuler di part 2.” Tutup Angki tegas saat diwawancara wartawan, (21/07/2025) di lokasi aksi unjuk rasa.

Dalam unjuk rasa ini turut dilakukan pengamanan dari Satuan di Polres Kampar dan personil Polres Kampar, dan jajaran Koramil 05 Kampar Kiri/Kodim 0313/KPR. Aksi unjuk rasa ini juga hadir mendampingi masyarakat, Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Kampar Kiri (Ketua Sholihin) bersama Ranting, PAC Pemuda Pancasila Wilayah D Pemuda Pancasila Kabupaten Kampar, Unsur Komando Inti, Provos PP, Unsur Srikandi MPC PP Kabupaten Kampar diwakili UK.Srikandi Kampar Kiri, (Yuni Okta).

Berita Terkait

Lapak Baru Berdiri di Batang Arau, Padahal Ada Plang Larangan Berjualan, Kadis Pariwisata Disorot Masyarakat
PORTAL JALAN MENUJU TANAH MAS AKHIRNYA DIBUKA, AKSES MOBIL DAMKAR SEMPAT TERHAMBAT
Polsek Cerenti Tertibkan 8 Rakit PETI di Sungai Batang Kuantan, Kecamatan Inuman
Duduk Bersama Warga, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Andra Nosa S, H., M. H Garansi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Polsek Singingi Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat Melalui Layanan Kepolisian 110, Dua Rakit Peti Ditindak
Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Dua Rakit PETI di Sekitar Venue Dayung Kebun Nopi
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Dua Rakit Dimusnahkan
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru