Jember , //TintaPos.Com// – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional di Kabupaten Jember dinilai masih memiliki peluang besar untuk dioptimalkan, bahkan hingga mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.
Komisi C DPRD Jember mendorong Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) untuk memaksimalkan potensi tersebut, salah satunya melalui penguatan literasi transaksi digital di kalangan pelaku pasar. Langkah ini dinilai penting mengingat keberadaan sekitar 30 pasar tradisional di Jember yang hingga kini belum tergarap secara maksimal.
Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo,
kamis, 9/4/2026 ke awak media
mengungkapkan bahwa pada tahun ini Diskopumdag menargetkan PAD dari pasar daerah sebesar Rp7,8 miliar. Namun, realisasi tahun sebelumnya baru mencapai sekitar Rp6 miliar atau setara 80 persen dari target.
Meski demikian, Ardi menilai potensi PAD dari sektor ini masih bisa ditingkatkan secara signifikan, bahkan hingga dua kali lipat mencapai Rp15 miliar.
Menurutnya, optimalisasi tersebut dapat ditempuh melalui pelatihan pengelolaan keuangan serta penerapan sistem transaksi digital bagi para pedagang. Program ini diharapkan dapat dijalankan bekerja sama dengan sektor perbankan sebagai mitra pemerintah.
Selain itu, upaya penutupan potensi kebocoran pendapatan juga menjadi perhatian utama. Pihaknya pun berencana berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jember untuk mendorong kenaikan target PAD dari sektor pasar.
Ardi menambahkan, peningkatan PAD nantinya akan dikembalikan untuk perbaikan fasilitas pasar daerah, sehingga kondisi pasar menjadi lebih layak dan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja di pasar tradisional.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Jember, Wiwik Supratiwi, menyambut positif dorongan dari DPRD tersebut. Ia menyebut, pihaknya akan terus mendorong pelaku pasar agar lebih kompetitif, di antaranya dengan mengaktifkan kembali pedagang yang tidak aktif serta memperluas penerapan digitalisasi transaksi.
Menurut Wiwik, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi untuk menekan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan kontribusi pasar tradisional terhadap PAD daerah.
(Nur/Tp)






















