Banyuwangi //Tintapos.Com// – Polresta Banyuwangi menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Terutama di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang diprediksi akan mengalami peningkatan penumpang hingga 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan total 11 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.
“Kami mendirikan satu pos terpadu, 11 pos pengamanan serta pos pelayanan kami dirikan di titik-titik yang memang biasanya ada aktivitas masyarakat,” kata Rofiq,
Penempatan pos pelayanan disebutnya bersifat fleksibel menyesuaikan karakter kegiatan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran, seperti di pasar takjil yang merupakan titik ramai warga. Tahun ini, pengamanan mudik juga disebutnya memiliki tantangan tersendiri. Sebab puncak arus mudik diprediksi bertepatan dengan perayaan Nyepi di Bali yang berpotensi mempengaruhi pola pergerakan kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Ketapang. Untuk itu, Polresta Banyuwangi akan memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian di Bali.
Besok kami akan melaksanakan rapat koordinasi di tingkat provinsi secara lintas sektoral. Dari situ nanti akan kita dapatkan skema pengaturan arus mudik,
rapat koordinasi juga akan dilakukan di tingkat kabupaten serta menjalin komunikasi dengan Polsek Jembrana Bali, guna memastikan kelancaran arus kendaraan di kedua sisi pelabuhan.
Sebagai langkah antisipasi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, polisi juga menyiapkan titik-titik buffer zone atau kantong parkir sementara bagi kendaraan. Untuk buffer zone, jumlahnya kami tambah dari tahun lalu untuk mengantisipasi kepadatan dan jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat, ujarnya.
Dengan berbagai skema tersebut, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di Banyuwangi, khususnya menuju jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, dapat berjalan aman dan lancar.(Tim)






















