ACEH TAMIANG //TintaPos.Com// Program kemanusiaan Ramadhan 1447 H yang digelar Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bersama Youth Excellence International Foundation (YEIF) di wilayah terdampak bencana Aceh kian marak dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat setelah kehadiran Tim Dai dari Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Senin lalu.
Sebanyak empat dai muda, yakni Widi Kusnadi, Muhammad Ridwan, Irwan Amrullah, dan Abdurrasyid, tiba di Aceh Tamiang pada Senin (23/2/2026) malam bersama tim kesehatan UAR. Mereka menyusul dua belas personel relawan yang lebih dahulu berada di lokasi untuk menyiapkan program buka puasa (iftar) dan sahur bersama masyarakat Aceh Tamiang dan Takengon.
Sejak Sabtu (21/2/2026), tim relawan UAR telah mengoperasikan dapur umum guna menyediakan sekitar 400 paket iftar dan sahur setiap hari bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
“Menu yang kami siapkan sederhana namun bergizi, terdiri atas kurma, lontong, nasi, telur rebus, soto, bakwan, kerupuk, serta buah,” ungkap pembina UAR Wilayah Sumatera Utara dan Aceh, Rustam Efendi Hasibuan, saat meninjau dapur umum (DU) UAR di Maunasah Asy-Syura Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Maunasah Asy-Syura, Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru merupakan salah satu tempat ibadah yang dilanda banjir bandang November lalu. Pascabencana sarana ibadah tersebut dibersihkan para relawan UAR pada misi kemanusiaan tahap pertama (30 November 2025 – 31 Januari 2026) dari endapan lumpur, hingga kini kembali berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial kemasyarakatan.
“Alhamdulillah, selain kembali digunakan untuk shalat dan taklim, kini maunasah juga menjadi sentral memasak iftar dan sahur bagi warga. Proses memasak dilakukan bersama ibu-ibu setempat dan relawan UAR,” ujar Rustam Efendi.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Tim UAR yang dipimpin Edi Wahyudi juga membuka dapur umum kedua di Takengon, Aceh Tengah. Sejak Selasa (24/2/2026), tujuh personel telah bersiaga di lokasi guna mempersiapkan distribusi makanan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Sementara itu Tim kesehatan UAR yang terdiri dari Rajiun, Arifin, Sutisna, dan Anwar memberikan layanan bekam, fashdu, totok punggung, serta pijat refleksi kepada warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru. Layanan ini mendapat sambutan hangat masyarakat yang mengeluhkan pegal-pegal, asam urat, dan gangguan kesehatan ringan pascabencana.
Ketua tim terapis, Rajiun, menyebutkan sejumlah tokoh masyarakat turut memanfaatkan layanan tersebut, di antaranya Kepala Desa Tanjung Karang (Angga), Sekretaris Desa, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin (Mulkana), serta kepala SMP Darul Mukhlisin Tanjung Karang, Aceh Tamiang.
“Mereka mengeluhkan berbagai kondisi seperti pegel-pegel, asam urat tinggi, dan lain-lain,” ujar Rajiun dalam laporannya, Rabu malam (25/2/2026).
Suasana Ramadan di lokasi bencana semakin semarak dengan kehadiran Tim Dai Al-Fatah. Mereka mengisi ceramah ba’da Subuh bergantian dengan relawan UAR, memberikan bimbingan ibadah, pembelajaran Al-Qur’an, serta motivasi keagamaan bagi masyarakat umum dan kalangan santri.
Menurut Koordinator Tim Safari Dakwah, Nur Abdillah, para dai akan bertugas selama sekitar 10 hari di Tanjung Pura, Aceh Tamiang, dan Takengon, Aceh Tengah. Sementara ini para dai melaksanakan tugas di Maunasah Asy-Syura Tanjung Karang serta Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Karang Baru yang sebelumnya juga menjadi lokasi kegiatan relawan pada misi kemanusiaan tahap pertama.
“Dua dai, Muhammad Ridwan dan Abdurrasyid sementara ini bertugas di Tanjung Pura dan pengiriman dai tahap berikutnya atau keberangkatan 10 hari kedua sepertinya tidak jadi,” kata Nur Abdillah saat dikonfirmasi, Kamis.
Dengan sinergi antara tim lapangan, tim kesehatan, dan tim dai, Program Ramadhan UAR di Aceh tidak hanya menghadirkan bantuan pangan bagi para penyintas, tetapi juga menguatkan kesehatan fisik serta ketahanan spiritual masyarakat dalam proses bangkit dari musibah. [AM]






















