BOGOR //Tintapos.com// – Tim relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menerima penghargaan dari pengurus pusat setelah menuntaskan misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Penghargaan diserahkan pada Ahad, 8 Februari 2026, dalam acara Ta’lim Akhir Sya’ban 1447 H di Masjid At Taqwa Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Pembina UAR H. Syakuri dan dan Ketua Umum H. Endang Sudrajat menyerahkan piagam apresiasi kepada 146 relawan muslimin dan muslimat yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 28 relawan menerima langsung penghargaan tersebut, sementara sisanya disalurkan melalui para pembina UAR di wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Endang Sudrajat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para relawan yang telah membersamai para penyintas selama dua bulan di lokasi bencana.
“Alhamdulillah kami dapat menuntaskan misi kemanusiaan membantu pemulihan masyarakat Sumatera pasca bencana hidrometeorologi akhir November lalu dengan meninggalkan kesan positif. Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada para relawan yang selama dua bulan membersamai para penyintas di Sumatera dan Aceh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol. “Penghargaan ini jangan dilihat hanya sebagai selembar piagam, tetapi sebagai bentuk penghormatan atas keikhlasan, kekompakan, dan pengorbanan para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” tambahnya.
Ketua Umum UAR juga menyampaikan bahwa keberhasilan misi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. “Kami mengucapkan terima kasih, jazakumullah khairan kepada para umaro dan donatur, baik individu maupun kolektif, yang telah membantu terlaksananya misi kemanusiaan ini. Tanpa dukungan tersebut, kami tidak bisa berbuat banyak,” katanya.
Ia juga melaporkan, selama masa tanggap darurat yang diperpanjang pemerintah daerah, UAR menyesuaikan langkah dengan mengirim relawan secara bertahap ke sejumlah lokasi terdampak, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Aceh Tamiang hingga total mencapai 174 personel.
Dalam membantu pemulihan pascabencana, relawan UAR antara lain melakukan kegiatan membersih lingkungan dan rumah warga, masjid, pondok pesantren dari endapan lumpur dan sampah kayu yang dibawa banjir bandang.
Para relawan termasuk UAR muslimat juga melakukan pendampingan psikosoial warga, memberikan bantuan sembako, pelayanan terapi kesehatan, rehabilitasi rekontruksi (Rehab Rekon) masjid (maunasah) dan pondok pensantren serta membangun hunian sementara (huntara) bagi warga penyintas bencana.
Pada kesempatan tersebut, selain memberikan piagam penghargaan UAR juga menyerahkan hibah perlengkapan relawan berupa ransel perjalanan dan helm kepada para pembina wilayah yang telah mendukung pengiriman relawan ke lokasi bencana. Penyerahan hibah dilakukan oleh pembina utama UAR Imaam Yakhsyallah Mansur di dampingi pembina lainnya, H. Syakuri.
Penyerahan penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian Ta’lim Akhir Sya’ban 1447 H yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, baik secara langsung maupun daring.
Ta’lim Akhir Sya’ban tahunan yang digelar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) ini mengambil tema “Memperkuat Semangat Ramadhan Dalam Pengamalan Jama’ah Imaamah dan Pembebasan Masjid Al Aqsa”. Ribuan kaum muslimin dan muslimat hadir dari berbagai wilayah Indonesia di antaranya wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan. [am]























