CIMAHI //TintaPos.Com// – Lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) turut menyampaikan duka cita dengan melakukan takziyah ke rumah duka almarhum Mayor Anumerta Infantri Zulmi Aditya Iskandar, S.T. Han., salah satu prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Senin lalu.
Takziyah yang dilakukan Jum’at (3/4) tersebut merupakan bagian dari rombongan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang diwakili oleh beberapa lembaga di bawah koordinasi Amir Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) H. Syakuri. Dari unsur UAR, hadir perwakilan Muqarrobin Al Ayubi unsur lembaga Aqsa Working Group (AWG) yang diwakili Yusuf Maulana.
Turut hadir ke rumah duka perwakilan AWG Biro Jawa Barat yang diwakili ikhwan Ali, Ahmad dan Frial. Staf MUP Agus Makmun dan Nurul Priansah juga turut dalam rombongan takziyah.
Rombongan tiba di kediaman orang tua almarhum di kawasan Cipageran, Cimahi Utara, sekitar pukul 16.00 WIB dan disambut langsung oleh keluarga, termasuk orang tua, istri, serta kerabat almarhum.
Dalam kesempatan tersebut, H. Syakuri menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar saat menjalankan tugas mulia sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, diampuni dosa-dosanya, diterima amal perjuangannya, dan ditempatkan di sisi-Nya yang mulia,” ujarnya di hadapan keluarga.
Pihak keluarga yang diwakili kakak sepupu almarhum, Risman Efendi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan takziyah.
“Terima kasih bapak-bapak telah hadir ke tempat kami turut berbelasungkaqwa dan mendoakan almarhum. Semoga Allah membalas kebaikan bapak-bapak semua,” ucapnya.
Jenazah almarhum bersama dua prajurit TNI lainnya yang gugur dalam insiden serangan militer Israel tiba di Tanah Air Sabtu sore (4/4/2026) dan diserahkan kepada keluarga masing-masing setelah prosesi penghormatan di Bandara Soekarno-Hatta.
Rencananya, ketiga jenazah akan dimakamkan secara militer di taman makam pahlawan setempat pada Ahad (5/4/2026). Mereka gugur dalam dua insiden serangan saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon pada 29–30 Maret 2026.
Insiden tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta sejumlah organisasi di Indonesia di antaranya MUI dan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang sebelumnya juga telah menyampaikan pernyataan sikap atas peristiwa tersebut. [AM]






















