MERAK, //TintaPos.Com// – Masyarakat yang akan melakukan perjalanan menjelang dan saat lebaran melalui jalur laut dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni maupun sebaliknya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan, khususnya yang terjadi di dalam kapal penyeberangan.
Hal itu dikarenakan lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan setiap musim mudik kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kriminal, mulai dari copet hingga modus penjebakan terhadap pengendara mobil.
Seorang pria pemilik akun FB Reels bernama Rita Endri membagikan tips “Mudik Aman dari Aksi Kejahatan” yang menjadi perhatian publik. Berdasarkan pengalamannya, dia mengingatkan para pemudik agar tidak lengah saat meninggalkan kendaraannya di dalam kapal, area parkir pelabuhan, maupun rest area.
Menurutnya, salah satu hal penting yang sering diabaikan adalah memastikan kaca jendela mobil tertutup rapat tanpa celah sedikit pun. “Jangan sampai ada celah selebar jari. Kalau jari bisa masuk, kaca bisa dibuka dengan mudah oleh orang jahat,” ujar pria dalam konten vidionya, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, celah kecil tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk mengambil barang berharga dari dalam kendaraan. Lebih berbahaya lagi, ada modus dengan memasukkan barang terlarang seperti “garam cina’ (narkotika/sabu-sabu) ke dalam mobil korban untuk kemudian dijadikan alat jebakan dan pemerasan.
Dalam skenario tersebut, setelah kendaraan berjalan sekitar 500 meter dari pelabuhan, korban bisa dihentikan oleh pengendara mobil dari belakang. Biasanya pelaku beberapa orang menggunakan mini bus. Mereka berbagi tugas dan mengaku sebagai aparat,” kata pria tersebut.
Pelaku kemudian berpura-pura melakukan pemeriksaan dan “menemukan” barang terlarang di dalam mobil, sehingga korban diancam dan dimintai sejumlah uang agar kasus tidak diproses lebih lanjut.
Modus ini, menurutnya, berpotensi merugikan korban hingga puluhan juta rupiah akibat pemerasan. Karena itu, pemudik disarankan untuk: menutup rapat seluruh kaca dan mengunci pintu kendaraan sebelum meninggalkan mobil, tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan kosong terlalu lama.
Selain itu masyarakat juga diimbau agar tidak meninggalkan mobil dalam keadaan kosong terlalu lama, jika memungkinkan ada anggota keluarga atau rekan yang tetap berada di dalam mobil saat berhenti ke toilet atau membeli makanan.
Kemudian tidak mudah percaya pada oknum yang mengaku petugas tanpa identitas dan segera melapor ke petugas resmi pelabuhan atau aparat kepolisian jika menemukan hal mencurigakan. “Hati-hati ngobrol dengan orang yang tidak kita kenal,” tegasnya.
Imbauan ini menjadi pengingat penting bahwa meningkatnya aktivitas perjalanan menjelang, terlebih saat lebaran, juga beriringan dengan potensi meningkatnya risiko kejahatan. Dengan kewaspadaan, kehati-hatian, dan saling mengingatkan, diharapkan perjalanan (mudik) melalui jalur Merak–Bakauheni tetap aman dan lancar hingga tiba di tempat tujuan atau kampung halaman. [AM]






















