Di Bawah Bayang-Bayang Ancaman: Rp 2 Triliun dan Gertakan Militer Tak Goyahkan Burhanuddin

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta //TintaPos.Com// – Di ruang kerjanya yang hening, Jaksa Agung ST Burhanuddin memegang beban yang mungkin akan membuat orang biasa sulit bernapas. Bukan sekadar tumpukan berkas perkara, melainkan sebuah pertaruhan harga diri institusi di tengah kepungan intimidasi.

Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh pengakuan blak-blakan pria berkumis tebal ini. Burhanuddin mengungkapkan bahwa jalan yang ia tempuh dalam memberantas korupsi tidak hanya beraspal terjal, tapi juga dipenuhi ranjau.

Sebuah Gertakan di Pintu Kantor
Bayangkan seorang petinggi hukum didatangi oleh seseorang yang mengaku militer, lalu mendapatkan ancaman yang terdengar seperti skenario film aksi. “Jika keluarga saya tidak dibebaskan, saya luluhlantakkan gedung ini,” kenang Burhanuddin menirukan gertakan si pengancam.

Namun, alih-alih panik atau memanggil pengamanan tambahan, Burhanuddin menjawab dengan dingin. Baginya, tembok-tembok beton Kejaksaan Agung hanyalah benda mati milik rakyat.

> “Silakan saja, gedung ini punya rakyat, punya negara. Silakan kalau mau,” tantangnya balik. Jawaban ini bukan sekadar keberanian, melainkan pernyataan bahwa hukum tidak bisa disandera oleh ancaman fisik.

Godaan “Gunung” Rupiah
Jika gertakan tak mempan, musuh-musuh penegakan hukum punya cara lain: rayuan materi. Burhanuddin mengungkapkan bahwa ia pernah ditawari “tiket keluar” senilai Rp 2 triliun. Sebuah angka fantastis yang bisa mengubah hidup siapa pun dalam sekejap.

Baca Juga:  Camat Nanggalo Tinjau Rangkaian Khitanan Massal Se-Sumatera 2026

Bagi Burhanuddin, angka itu bukanlah sebuah keberuntungan, melainkan sebuah noda yang bisa menghapus seluruh jejak kariernya. Ia memilih untuk tetap “membeku”—istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan keteguhan hatinya saat ditekan.

“Ini marwah kejaksaan dan marwah saya secara pribadi. Saya pantang untuk surut,” tegasnya. Baginya, sekali melangkah untuk mengusut kasus, maka tidak ada jalan untuk berbalik arah, apa pun risikonya.

Darah Lebih Kental dari Air, Tapi Hukum Lebih Tinggi
Sisi paling humanis sekaligus paling tegas dari seorang Burhanuddin muncul saat ia berbicara tentang keluarga. Banyak pejabat yang goyah ketika sanak saudara terseret hukum, namun ia sejak awal sudah memasang batas yang tegas.

Bahkan kepada saudaranya, TB Hasanuddin yang merupakan politikus senior, ia sudah memberikan ultimatum sejak hari pertama dilantik: Jika berbuat pidana, jangan harap ada bantuan dari sang Jaksa Agung.

Komitmen “tanpa pandang bulu” ini menjadi fondasi bagi korps Adhyaksa untuk terus bergerak. Pengakuan Burhanuddin ini menjadi pengingat bagi publik bahwa di balik setiap kasus korupsi besar yang terungkap, ada perang saraf yang terjadi di balik pintu tertutup—sebuah perang antara integritas melawan intimidasi.

(Sunardi TP)

Berita Terkait

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo
Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:30

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59

REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57

Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:35

Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:46

Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:47

Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:05

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terbaru