KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Aliansi Mahasiswa Sumba Timur Audiansi Tolak Tambang di Sumba Timur Dan Tekan Pemerintah tutup tambang Ilegal

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumba Timur //TintaPos.com// – Puluhan aktivis dari Aliansi Tolak Tambang di Sumba Timur menggelar audiensi di ruang sidang Kantor DPRD Kabupaten Sumba Timur, yang dilaksanakan pada hari Senin 02/04/2026.

Audiensi yang berlangsung di Aula Kantor DPR Kabupaten Sumba Timur tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD beserta jajaran, Kapolres Sumba Timur, perwakilan BTN Matalawa, Camat Matawai Lapau, Satpol PP, Dandim 1601 Sumba Timur, serta sejumlah instansi terkait.

Pertemuan dibuka dengan pernyataan tegas dari perwakilan organisasi yang tergabung dalam aliansi, antara lain Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) , Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Keluarga Pemuda Mahasiswa Lewa (IKPML) , Persatuan Mahasiswa Timur (PERMASTI), dan Ikatan Mahasiswa Sumba Barat (IKAMASBA). Secara garis besar, seluruh pernyataan mengerucut pada satu tuntutan utama menolak dan menutup seluruh aktivitas pertambangan di Sumba Timur secara utuh dan tanpa syarat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Camat Matawai Lapau membantah anggapan bahwa pemerintah kecamatan berdiam diri. “Kami tidak diam. Selama ini kami sudah berupaya menutup secara resmi aksi pertambangan di beberapa desa di Kecamatan Matawai Lapau. Kami juga telah melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi kegiatan pertambangan di wilayah kami,” ujarnya. Ia menegaskan, pernyataan bahwa pemerintah kecamatan pasif adalah tidak benar.

Sementara itu, perwakilan Polres Sumba Timur memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dilakukan pihak kepolisian. “Kami sudah menindaklanjuti beberapa laporan polisi, memprosesnya, bahkan turun langsung ke lapangan. Kami tidak hanya melihat dari media. Semua kami tangani sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya. Pihak kepolisian juga menyatakan tidak memiliki kepentingan tersembunyi dalam persoalan ini. “Kami tegak lurus demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. Tidak ada yang kami tutup-tutupi,” tambahnya.

Baca Juga:  Ganisa DPD Kabupaten Lampung Utara berbagi Takjil di Kecamatan Tanjung Raja

Setelah mendengar paparan dari camat dan kepolisian, diskusi beralih ke ranah DPRD. Seluruh tujuh fraksi yang hadir menyatakan sikap sepakat untuk menolak tambang. Salah satu fraksi menyoroti dampak lingkungan dan sosial yang mengancam keberlangsungan hidup anak-anak di Sumba Timur.

Pernyataan kritis disampaikan oleh Abdul Haris dari salah satu fraksi. Ia mengklaim bahwa meskipun himbauan pelarangan tambang telah dikeluarkan oleh Camat Matawai Lapau, praktik pertambangan masih ditemukan di lapangan. “Jika himbauan sudah dikeluarkan tapi aktivitas masih berjalan, maka pasti ada yang membekingi. Saya tidak segan-segan menyebut itu,” ujarnya tegas. Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh fraksi-fraksi lain yang mendorong penutupan total tambang.

Di akhir audiensi, Ali Fadaq selaku pimpinan sidang menyatakan bahwa DPRD akan turun langsung ke masyarakat. “Kami akan turun ke bawah untuk mendengar langsung aspirasi warga dan melakukan observasi di lapangan. Setelah itu, kami akan membuat rekomendasi resmi untuk aliansi,” pungkasnya.

Audiensi ditutup dengan kesepakatan bahwa rekomendasi DPRD akan menjadi landasan bagi langkah selanjutnya, sementara aliansi masyarakat sipil berkomitmen terus mengawal tuntutan penutupan tambang hingga terwujud sepenuhnya.

Aliansi juga berharap agar seluruh pemangku kebijakan untuk turut andil untuk hendikan Tambang Ilegal ini karena sangat berpengaruh besar terhadap kerusakan lingkungan daerah Hulu dan juga berdampak pada daerah hilir kedepannya.

Berita Terkait

Golkar Tolitoli Lakukan Klarifikasi Internal Terkait Penyaluran Bantuan Ayam Petelur
Penyaluran Pokir DPRD Tolitoli Disorot, Bantuan Ayam Petelur Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Kuansing Surganya Bagi Pelaku PETI (Mesin Robin atau Setingkai) , Amri diduga Pemodal Kakap Kegiatan Ilegal Tersebut, Kapolsek Singingi Diminta Tegas Berantas Aktivitas PETI
Lapor Pak Kapolda Riau, Tangkap Sitorus Warga Desa Sungai Kuning F3 Diduga Pemilik dan Pemodal Aktivitas PETI di Desa Pasir Emas
Pemuda Penatoi Hentikan Pekerjaan PT Brantas Abipraya, Tuntut Janji Pemberdayaan & Legalitas Izin
Dansecata Hadiri Acara Halal’ Bihalal PWSS Kota Bitung, Letkol Inf Ade Sampaikan Hal Ini
Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Rangkaian Ibadah Paskah 2026 di Gereja Santo Yoseph Palembang
PADANG PARIAMAN HADAPI SEJUMLAH PERSOALAN PUBLIK, MASYARAKAT SOROT PERAN PEMERINTAH DAN WAKIL RAKYAT
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 15:47

Golkar Tolitoli Lakukan Klarifikasi Internal Terkait Penyaluran Bantuan Ayam Petelur

Minggu, 5 April 2026 - 15:46

Penyaluran Pokir DPRD Tolitoli Disorot, Bantuan Ayam Petelur Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Minggu, 5 April 2026 - 15:44

Kuansing Surganya Bagi Pelaku PETI (Mesin Robin atau Setingkai) , Amri diduga Pemodal Kakap Kegiatan Ilegal Tersebut, Kapolsek Singingi Diminta Tegas Berantas Aktivitas PETI

Minggu, 5 April 2026 - 14:10

Lapor Pak Kapolda Riau, Tangkap Sitorus Warga Desa Sungai Kuning F3 Diduga Pemilik dan Pemodal Aktivitas PETI di Desa Pasir Emas

Minggu, 5 April 2026 - 12:23

Pemuda Penatoi Hentikan Pekerjaan PT Brantas Abipraya, Tuntut Janji Pemberdayaan & Legalitas Izin

Minggu, 5 April 2026 - 09:18

Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan Rangkaian Ibadah Paskah 2026 di Gereja Santo Yoseph Palembang

Minggu, 5 April 2026 - 03:42

PADANG PARIAMAN HADAPI SEJUMLAH PERSOALAN PUBLIK, MASYARAKAT SOROT PERAN PEMERINTAH DAN WAKIL RAKYAT

Minggu, 5 April 2026 - 03:38

PADANG PARIAMAN SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA! Pemerintah Di Mana? Wakil Rakyat Ke Mana?

Berita Terbaru