RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

PADANG PARIAMAN SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA! Pemerintah Di Mana? Wakil Rakyat Ke Mana?

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 03:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar //TintaPos.Com// – Fikri Nurul Ihsan Putra Daerah Padang mengayatakan bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap kampung halaman: Padang Pariaman.Hari ini, kita dihadapkan pada realitas yang tidak bisa lagi ditutup-tutupi.

Pasar-pasar rakyat terbengkalai bertahun-tahun. Pedagang tetap dipungut retribusi, namun fasilitas tidak pernah membaik.

Kondisi lapak panas, becek, dan semrawut seolah menjadi hal biasa. Pertanyaan mendasar yang harus dijawab:

ke mana aliran dana retribusi tersebut?
Jangan sampai, di tengah kondisi ini, muncul skenario “investasi pasar” yang justru mengorbankan pedagang kecil.

Pasar adalah milik rakyat, bukan ladang bisnis segelintir pihak. Jika investasi dilakukan, pemerintah wajib memegang kendali penuh, bukan lepas tangan apalagi menyerahkan ke pihak yang berpotensi merugikan masyarakat.

Retribusi yang dipungut dari pedagang harus kembali kepada pedagang dalam bentuk:

fasilitas yang layak
kebersihan yang terjaga
keamanan yang jelas
pengelolaan yang transparan
Jika tidak, maka praktik ini patut diduga sebagai beban sepihak yang merugikan rakyat.

Di sisi lain, bencana banjir dan longsor terus terjadi. Lahan pertanian rusak, petani kehilangan sumber penghidupan. Namun, solusi konkret dari pemerintah hampir tidak terlihat. Akibatnya, masyarakat terpaksa mencari jalan sendiri:
berutang ke bank hingga terjerat pinjaman online.

Baca Juga:  Latihan Negosiator dan Pasukan Dalmas Polres Banyuasin, Siap Hadapi Aksi Massa dan Antisipasi Demo Hari Buruh

Fenomena ini bukan kebetulan.

Ini adalah konsekuensi dari lemahnya kehadiran negara di tengah rakyatnya.

Ironisnya, di saat masalah mendasar belum terselesaikan, pemerintah justru fokus pada proyek besar seperti Tarok City.

Ratusan hektar lahan disebut-sebut dihibahkan, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai:

status tanah ulayat
kepastian hak masyarakat nagari
perlindungan terhadap kepentingan warga lokal
Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Lalu, kita bertanya dengan tegas:
Apa fungsi wakil rakyat hari ini?
DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, hingga DPD RI seharusnya menjadi penyambung aspirasi rakyat.

Namun ketika masyarakat menghadapi kesulitan:
tidak ada tekanan kepada pemerintah
tidak ada sikap yang tegas
tidak ada keberpihakan yang nyata
Jika hanya hadir saat kampanye dan hilang saat rakyat membutuhkan, maka wajar jika publik mulai mempertanyakan:
mereka benar-benar mewakili siapa?
Padang Pariaman bukan daerah miskin potensi.

Yang kurang adalah keberpihakan, ketegasan, dan keberanian dalam mengambil sikap.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, jangan salahkan masyarakat jika kepercayaan itu perlahan hilang.

Rakyat tidak butuh janji.
Rakyat butuh tindakan nyata.(*Ziqro)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru