RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Indonesia Hari Ini: Stabil di Angka, Tertekan di Rasa

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 01:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbar //TintaPos.Com// – Indonesia memasuki tahun 2026 dengan wajah yang terlihat stabil di atas kertas, namun mulai terasa berat di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Data makroekonomi menunjukkan kondisi yang relatif aman, tetapi realitas di lapangan berbicara lebih kompleks.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5 persen.

Angka ini mencerminkan stabilitas dan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global,Konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama, sementara neraca perdagangan masih mencatatkan surplus.

Namun, pertumbuhan ini belum cukup kuat untuk mendorong lompatan besar menuju negara maju. Ekonomi Indonesia masih berjalan di “zona nyaman” tidak jatuh, tetapi juga belum melesat.

Di sisi lain, tekanan mulai terasa dari inflasi yang meningkat.

Pada awal 2026, inflasi mendekati 4 hingga hampir 5 persen secara tahunan.

Kenaikan harga pangan dan biaya hidup menjadi faktor utama yang langsung dirasakan masyarakat.

Dampaknya sederhana namun signifikan:
daya beli melemah.
Situasi ini diperparah dengan kondisi pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya sehat.

Tingkat pengangguran memang turun ke kisaran 4,7 persen, tetapi kualitas pekerjaan masih menjadi persoalan besar.

Banyak tenaga kerja terserap di sektor informal dengan pendapatan yang relatif rendah dan tanpa jaminan keamanan kerja.

Artinya, persoalan Indonesia hari ini bukan sekadar “ada atau tidaknya pekerjaan”, tetapi apakah pekerjaan tersebut mampu memberikan kehidupan yang layak.

Baca Juga:  Sambut Idul Adha, Lokasi Penjualan Hewan Qurban Resmi Dibuka di Madidir Bitung: Sapi Berkualitas, Sehat & Harga Terjangkau

Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan memang berhasil ditekan ke bawah 10 persen.

Namun ketimpangan ekonomi masih terasa, tercermin dari rasio gini yang belum banyak berubah.

Distribusi hasil pembangunan belum sepenuhnya merata.

Tekanan juga datang dari nilai tukar. Rupiah yang melemah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi sinyal adanya tekanan eksternal yang cukup kuat.

Kondisi global yang tidak menentu, mulai dari konflik geopolitik hingga fluktuasi harga energi,ikut mempengaruhi stabilitas ekonomi dalam negeri.

Dalam konteks ini, Indonesia memang masih tergolong tangguh.

Fundamental ekonomi relatif kuat, sektor keuangan stabil, dan konsumsi domestik tetap bergerak.

Namun, ketahanan ini bukan berarti tanpa batas.
Masalah utama Indonesia hari ini bukan lagi soal stabilitas, melainkan kualitas pertumbuhan.

Apakah pertumbuhan tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan? Apakah masyarakat merasakan dampaknya secara nyata?
Di sinilah tantangan terbesar berada.

Indonesia tidak sedang krisis. Tapi juga belum sepenuhnya aman.

Ke depan, arah pembangunan perlu bergeser dari sekadar menjaga pertumbuhan menuju memastikan pemerataan.

Fokus tidak cukup pada angka-angka makro, tetapi harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat:
harga yang terjangkau, pekerjaan yang layak, dan kesempatan yang merata.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah negara bukan diukur dari statistik semata, tetapi dari seberapa ringan beban hidup yang dirasakan rakyatnya.

(*Penulis : Ziqro fernando)

Berita Terkait

KASUS VIRAL: PEGAWAI BRI LAPORKAN ARI SUSANTI ATAS PENCEMARAN NAMA BAIK, ISTRI AKUI PERINTAHKAN UNGGAHAN, TUJUAN BEJAT PUTARBALIKKAN FAKTA
Diduga Orang Tua Siswa SMAN 1 Banuhampu Diminta Membuat Surat Pernyataan Pelunasan Tunggakan Komite
Mengusung Tema “Sekolah Tepat Untuk Generasi Emas” YP Singosari Deli Tua Membuka Pendaftaran Siswa Baru TP 2026/2027
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Tolitoli dan Buol Siaga Tsunami
PELANTIKAN PERANGKAT DESA WONOJATI BErJALAN SECARA KHIDMAT
MENYAMBUT HUT BHAYANGKARA KE-80, POLRES MITRA GELAR FESTIVAL BAND
KECEWA BERAT! Juhartin: Laporan 2 Kali ke Propam Tak Ditanggapi, Dugaan Penyidik Polsek Rasanae Barat Tidak Profesional, Kayaknya Tidak Mungkin Jeruk Makan Jeruk
Janji Kejati NTT Belum Terpenuhi: Sidak & Audit Dana Desa Kahale Tak Kunjung Dilakukan, Atas Dugaan korupsi Dana Desa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:00

KASUS VIRAL: PEGAWAI BRI LAPORKAN ARI SUSANTI ATAS PENCEMARAN NAMA BAIK, ISTRI AKUI PERINTAHKAN UNGGAHAN, TUJUAN BEJAT PUTARBALIKKAN FAKTA

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:40

Diduga Orang Tua Siswa SMAN 1 Banuhampu Diminta Membuat Surat Pernyataan Pelunasan Tunggakan Komite

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:09

Mengusung Tema “Sekolah Tepat Untuk Generasi Emas” YP Singosari Deli Tua Membuka Pendaftaran Siswa Baru TP 2026/2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:08

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Tolitoli dan Buol Siaga Tsunami

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:05

MENYAMBUT HUT BHAYANGKARA KE-80, POLRES MITRA GELAR FESTIVAL BAND

Senin, 8 Juni 2026 - 13:56

KECEWA BERAT! Juhartin: Laporan 2 Kali ke Propam Tak Ditanggapi, Dugaan Penyidik Polsek Rasanae Barat Tidak Profesional, Kayaknya Tidak Mungkin Jeruk Makan Jeruk

Senin, 8 Juni 2026 - 10:48

Janji Kejati NTT Belum Terpenuhi: Sidak & Audit Dana Desa Kahale Tak Kunjung Dilakukan, Atas Dugaan korupsi Dana Desa

Senin, 8 Juni 2026 - 04:34

Siaga Akhir Pekan, Sat Lantas Polres Banyuasin Intensifkan “Strong Poin” Antisipasi Kendaraan macet dan Lakalantas

Berita Terbaru